TEHERAN — Kapal yang hendak melintasi Selat Hormuz kini bisa mengajukan permohonan secara gratis selama dua bulan. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran mengumumkan kebijakan itu pada Kamis (18/6/2026), beberapa jam setelah Presiden Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump menandatangani MoU secara elektronik.
SNSC mewajibkan setiap kapal mengirim permohonan ke Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA). Kapal yang diizinkan transit harus melewati rute yang telah diumumkan dan pada waktu yang ditentukan.
“Mengingat situasi khusus dan beberapa risiko keselamatan di sepanjang rute pelayaran itu, dan demi memastikan keamanan lalu lintas dan mencegah kecelakaan maritim, kapal-kapal diwajibkan melewati rute yang telah diumumkan dan pada waktu yang telah ditentukan,” demikian pernyataan SNSC.
SNSC menjamin lalu lintas di jalur air strategis itu akan meningkat secara bertahap. Pengaturan eksekutif dan detail teknis terkait pelayaran akan diumumkan melalui PGSA dalam waktu dekat.
MoU antara Iran, AS, dan Pakistan sebelumnya diumumkan pada Senin (15/6/2026). Kesepakatan itu bertujuan mengakhiri konflik di semua front, termasuk Lebanon. Pezeshkian dan Trump menandatangani dokumen tersebut secara elektronik pada Kamis pagi.