KEPULAUAN RIAU — Penyerahan dokumen berlangsung di Balai Adat Pulau Penyengat, Minggu (21/6), di sela acara Penyengat Heritage 2026. Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura menerima langsung dokumen tersebut dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri.
Ketua LAM Kepri Dato' Seri Setia Utama Raja Al Hafiz menyebut momentum ini sebagai bukti sinergi kuat antara pemda, lembaga adat, dan masyarakat. “Pulau Penyengat akan menjadi pusat pelestarian sejarah bahasa Melayu sekaligus destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia,” ujarnya.
Gubernur Ansar menegaskan, warisan kebahasaan Melayu dari Pulau Penyengat telah mendapat pengakuan global. Patung Raja Ali Haji — tokoh sastra dan bahasa Melayu — ditempatkan bersama 24 patung pahlawan literatur, penyair, dan pemikir ternama dunia di Magtymgyly Pyragy Park, Turkmenistan.
Nama Pulau Penyengat juga kian mendunia. Saat promosi pariwisata Bintan Resort di New York, Amerika Serikat, pulau ini menjadi destinasi yang paling banyak ditanyakan calon wisatawan dan pelaku industri pariwisata.
Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional menggunakan skema tahun jamak selama dua tahun. Gubernur Ansar menargetkan konstruksi rampung pada akhir 2027, setelah melalui proses review awal oleh BPKP.
“Insyaallah setelah review awal oleh BPKP selesai, minggu pertama Agustus 2026 kita mulai groundbreaking pembangunan Museum dan Monumen Bahasa ini,” ujar Ansar.
Ansar berharap museum dan monumen ini diresmikan langsung oleh Presiden RI. “Mudah-mudahan menjadi bukti sejarah bahwa pulau kecil ini telah memberi sumbangsih besar bagi persatuan dan kesatuan bangsa melalui bahasa Melayu,” katanya.
Pemerintah provinsi terus mendorong Pulau Penyengat agar semakin mendunia. “Kita ingin warisan sejarah, budaya, dan bahasa yang lahir dari Pulau Penyengat semakin dikenal masyarakat nasional maupun internasional,” demikian Ansar.