BI Kepri Soroti Kesenjangan Konsumsi Rumah Tangga, UMKM Jadi Kunci Pendorong Ekonomi Daerah

Penulis: Fadhli Usman  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17:31 WIB
Kepala BI Kepri soroti kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi dan konsumsi rumah tangga di daerah.

BATAM — Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, mengungkapkan adanya celah antara laju pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat. Data terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan I 2026 berada di angka 7,04 persen, sementara konsumsi rumah tangga hanya mencapai 4,62 persen.

“Ini menjadi faktor penting bagaimana konsumsi rumah tangga bisa ditingkatkan,” kata Rony di Batam, Kamis.

Mengapa Konsumsi Rumah Tangga Tertinggal?

Menurut Rony, struktur ekonomi Kepri masih sangat bergantung pada lapangan usaha industri pengolahan yang berkontribusi 41,5 persen terhadap total perekonomian daerah. Sektor ini memberikan andil sebesar 3,14 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

Namun, manfaat dari pertumbuhan industri tersebut belum sepenuhnya terdistribusi ke masyarakat luas. Hal ini terlihat dari masih rendahnya angka konsumsi rumah tangga dibandingkan produk domestik regional bruto (PDRB).

UMKM Jadi Jembatan Pemerataan Manfaat

BI Kepri menilai penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi strategi utama untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Rony menjelaskan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi membuka peluang bagi UMKM untuk naik kelas.

“Pertumbuhan ekonomi Kepri relatif tinggi dibanding banyak provinsi lain. Ini menjadi peluang bagi UMKM untuk meningkatkan produksi dan penjualan,” ujar dia.

Dengan berkembangnya UMKM, lapangan kerja baru akan tercipta. Peningkatan penyerapan tenaga kerja pada akhirnya akan mendorong daya beli dan konsumsi rumah tangga.

Industri dan UMKM: Saling Memperkuat

Rony memberikan contoh konkret bagaimana sektor industri dan UMKM bisa saling terhubung. Sektor industri pengolahan yang besar di Kepri, misalnya, bisa menjadi pasar bagi produk UMKM seperti jasa katering atau penyedia bahan baku.

“Kepri sudah bagus karena ditopang industri, tinggal bagaimana cara agar UMKM ikut bertumbuh, misal dengan catering bagi perindustrian dan lainnya,” katanya.

Saat ini, motor utama ekonomi Kepri masih bertumpu pada investasi dan ekspor. Dengan mengoptimalkan peran UMKM, konsumsi rumah tangga diharapkan bisa menjadi penopang tambahan yang membuat pertumbuhan ekonomi lebih inklusif dan berkelanjutan.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top