BATAM — Peringatan dini BMKG ini menyasar waktu yang berbeda di setiap daerah. Untuk Tanjungpinang dan Bintan, potensi cuaca ekstrem diprakirakan terjadi pada pagi hari. Sementara itu, Natuna harus bersiap menghadapi hujan petir pada siang hari.
Hasil analisis dinamika atmosfer terbaru menunjukkan adanya fenomena penumpukan massa udara dan perlambatan kecepatan angin di sekitar wilayah Kepulauan Riau. Kondisi ini, menurut BMKG, sangat mendukung pertumbuhan awan-awan hujan yang berpotensi menjadi badai petir lokal.
"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang pada pagi hari di wilayah Tanjungpinang dan Bintan serta siang hari di wilayah Natuna," demikian laporan resmi BMKG yang dikutip di Batam, Senin.
Secara umum, cuaca di seluruh Kepri diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang. Namun, beberapa titik memiliki skenario yang lebih ekstrem. Berikut rincian selengkapnya mulai pukul 07.00 WIB Senin hingga 07.00 WIB Selasa (30/6):
BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama di Tanjungpinang, Bintan, dan Natuna, untuk menghindari berlindung di bawah pohon besar saat terjadi petir. Angin kencang yang menyertai hujan juga berpotensi merobohkan papan reklame atau material bangunan yang tidak kokoh.
Bagi nelayan dan pengguna transportasi laut di perairan sekitar Kepri, kecepatan angin yang berkisar antara 4 hingga 17 km/jam dari arah Selatan masih tergolong aman. Namun, kewaspadaan ekstra tetap diperlukan jika terjadi peningkatan intensitas hujan secara tiba-tiba.