KEPULAUAN RIAU — Ketua Umum PP PBVSI, Imam Sudjarwo, membeberkan target resmi yang sudah melalui perhitungan matang untuk dua turnamen besar tahun depan. Ambisi itu diumumkan saat menyambut kepulangan timnas di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (29/6).
Untuk Asian Games 2026 yang berlangsung 19 September hingga 4 Oktober, PBVSI menargetkan medali perunggu. Jika tim putra berhasil, itu akan menjadi pencapaian tertinggi sepanjang sejarah partisipasi Indonesia di cabor voli Asian Games. Sebab, capaian terbaik tim putra hanya finis di peringkat keempat pada edisi 1962 saat Indonesia menjadi tuan rumah.
Sementara itu, tim putri ditargetkan mengulang sukses 64 tahun silam. Satu-satunya medali perunggu voli putri Indonesia juga diraih pada Asian Games 1962. Imam mengklaim pemerintah dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sudah memberikan lampu hijau untuk memberangkatkan tim putra dan putri.
Sebelum Asian Games, timnas lebih dulu dihadapkan pada SEA V League 2026. Turnamen level Asia Tenggara itu akan digelar dalam dua putaran. Putaran pertama berlangsung di Filipina pada 15-19 Juli 2026, sedangkan putaran kedua digelar di Jakarta pada 22-26 Juli 2026.
"Untuk SEA V League kami targetnya emas atau juara untuk mempertahankan tahun lalu," ujar Imam. Pada edisi 2025, Indonesia sukses menjadi juara usai finis sebagai runner-up di putaran pertama Filipina dan merebut podium tertinggi di kandang sendiri.
Imam menegaskan target perunggu Asian Games bukanlah sekadar wacana tanpa dasar. "Itu sudah melalui perhitungan dan tidak asal-asalan," katanya. PBVSI optimistis Boy Arnez dan kolega mampu mengulang performa apik yang ditunjukkan di ajang AVC Men's Volleyball Cup 2026.
Koordinasi dengan Kemenpora dan KOI terkait hitung-hitungan perolehan medali juga sudah rampung. Lampu hijau dari pemerintah menjadi sinyal bahwa proyeksi prestasi tim voli Indonesia dianggap realistis untuk bersaing di level tertinggi Asia.