Pencurian Besi Fasilitas Umum di Batam Rugikan Ribuan Warga, Polsek Bengkong Gandeng Pengepul Scrap untuk Putus Rantai Kejahatan

Penulis: Saifuddin Wahid  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 20:42:01 WIB
Polsek Bengkong menggandeng pengepul scrap untuk mencegah pencurian besi fasilitas umum di Batam.

BATAM — Aksi pencurian material fasilitas umum yang marak di Kota Batam kini masuk ke fase pencegahan yang lebih konkret. Polsek Bengkong tidak hanya memburu pelaku, tetapi juga merangkul para pengusaha scrap besi tua untuk menjadi benteng terakhir sebelum barang curian laku terjual.

Kapolsek Bengkong, AKP Tigor Dabariba, mengatakan keterlibatan pengepul sangat krusial. Sebab, sebagian besar barang hasil curian langsung dijual ke tempat penampungan scrap. Modus pelaku bervariasi, mulai dari memanjat tower untuk memotong kabel hingga mencuri material logam dari fasilitas umum.

Dampak Langsung ke Warga: Ribuan Jiwa Kehilangan Air Bersih

Tak hanya kerugian materi bagi pemerintah, aksi ini nyata merugikan warga. Salah satu kejadian yang menjadi perhatian adalah pencurian besi jaringan air yang membuat ribuan warga di Kecamatan Bengkong mengalami gangguan pasokan air bersih. Insiden ini menunjukkan bahwa kejahatan terhadap fasilitas publik berpotensi melumpuhkan layanan dasar masyarakat.

Polisi: Tidak Ada Toleransi, Baik untuk Pencuri Maupun Penadah

AKP Tigor menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi. Pelaku pencurian terancam hukuman tujuh tahun penjara, sementara penadah barang curian terancam empat tahun kurungan.

"Kalau sudah menyangkut fasilitas umum, kami tidak akan toleransi karena menyangkut kepentingan orang banyak. Penegakan hukum akan tetap kami lakukan terhadap pelaku pencurian maupun penadah," tegas Tigor dalam pertemuan dengan para pengepul, pekan lalu.

Apa yang Diminta Polisi dari Pengepul Scrap?

Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Apriadi, menjelaskan bahwa pihaknya tidak akan menghambat usaha para pengepul. Sebaliknya, mereka diajak untuk lebih teliti. Setiap pembelian barang yang mencurigakan, penjual wajib mendata dan mendokumentasikan identitasnya.

"Kalau memang mencurigakan, minimal foto orangnya dan KTP-nya. Pengepul harus bisa menilai mana barang yang layak dibeli dan mana yang harus ditolak agar pencurian fasilitas umum bisa dicegah," ujar Apriadi.

Komitmen Pengusaha Scrap: Perketat Pengawasan Barang Masuk

Langkah Polsek Bengkong mendapat sambutan positif dari para pengusaha. Filter Situmeang, salah seorang pengusaha scrap besi, menyatakan dukungannya. Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memperketat pengawasan terhadap barang yang masuk ke tempat usaha.

"Kami sangat mendukung upaya pencegahan yang dilakukan bersama Polsek Bengkong. Sebagai pengusaha, kami juga harus lebih teliti saat membeli barang dari masyarakat," ujar Filter.

Menurut Filter, beberapa jenis barang curian relatif mudah dikenali, seperti tutup saluran milik BP, lampu penerangan jalan, dan rambu lalu lintas. Namun, ada juga yang sulit dilacak asal-usulnya, misalnya material tembaga yang sudah dibakar, yang kerap dijual oleh oknum pekerja kelistrikan sebagai sisa proyek.

Polsek Bengkong berjanji akan terus melakukan pengawasan dan sosialisasi ke seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka pencurian fasilitas umum yang selama ini meresahkan dan merugikan warga Batam.

Reporter: Saifuddin Wahid
Sumber: ulasan.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top