BATAM — Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kota Batam terus memperluas jangkauan legalitas usaha bagi pelaku UMKM di wilayah kepulauan. Melalui program PLUT Goes to Pesisir, sebanyak 200 pelaku usaha mikro di empat pulau penyangga telah mendapatkan layanan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pendampingan pengembangan usaha.
Kepala Diskum Kota Batam, Salim, menyatakan kegiatan terbaru menyasar Pulau Terong dan Pulau Kasu. Masing-masing pulau dibina sebanyak 50 pelaku usaha.
"Melalui program PLUT Goes to Pesisir, kami membina 50 pelaku usaha di setiap pulau. Di Pulau Terong ada 50 pelaku usaha dan di Pulau Kasu juga 50 pelaku usaha," kata Salim di Batam, Sabtu (21/6).
Sebelumnya, Diskum telah menjalankan program serupa di Pulau Lengkang dan Pulau Pemping. Total, sejak Mei hingga Juni 2025, sebanyak 200 pelaku usaha mikro telah terjaring dalam program ini.
Meski berjalan, pelaksanaan program di wilayah kepulauan masih menghadapi kendala teknis. Akses jaringan internet yang terbatas sempat menghambat kelancaran layanan karena sistem pengurusan NIB dilakukan secara daring.
"Karena menggunakan sistem daring, kadang ada kendala dengan ketersediaan sinyal di pulau-pulau. Ini sempat menghambat kelancaran kegiatan," ujar Salim.
Tim PLUT mengantisipasi dengan menyediakan modem internet tambahan. Waktu tunggu sinyal pun diisi dengan pemberian edukasi tambahan seputar kewirausahaan.
"Pemahaman digital para pelaku usaha juga masih terbatas sehingga membutuhkan pendampingan yang lebih intensif dari para konsultan," katanya.
Tak hanya legalitas, Diskum Batam juga mulai mensosialisasikan program pembiayaan usaha mikro. Program ini merupakan kerja sama dengan BRK Syariah dan Bank BTN.
Skema yang ditawarkan berupa subsidi bunga dan margin pembiayaan untuk pinjaman hingga Rp20 juta. "Sedang kami sosialisasikan untuk program pembiayaan usaha mikro yang baru," kata Salim.
Pemerintah Kota Batam berharap seluruh pelaku UMKM di wilayah pesisir mendapatkan akses layanan yang setara dengan pelaku usaha di perkotaan. "Melalui program seperti ini, kita ingin UMKM di pulau-pulau penyangga bisa naik kelas, lebih mandiri, dan memiliki daya saing yang kuat," ujar Salim.