BATAM — Wakil Ketua Banggar DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie, menyebut Batam memiliki kombinasi keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah di Indonesia. Mulai dari letak geografis yang strategis, basis industri manufaktur yang kuat, hingga akses langsung ke pasar global.
“Batam memiliki kombinasi keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah di Indonesia, mulai dari letak geografis, basis industri manufaktur yang kuat, konektivitas logistik yang baik hingga akses langsung ke pasar global,” kata Syarief dalam pertemuan yang juga dihadiri jajaran Dirjen Bea dan Cukai serta Dirjen Pajak Kepri.
Syarief mengapresiasi capaian BP Batam yang tetap menunjukkan kinerja positif di tengah tekanan geopolitik global. Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat sebesar 6,76 persen, sementara realisasi investasi mencapai Rp 69,3 triliun.
Meski demikian, ia mengingatkan agar Batam terus meningkatkan daya saing. “Kami meyakini Batam tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional namun mampu tumbuh menjadi pusat investasi global dan industri berkelas dunia,” ujarnya.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyambut baik dukungan Banggar DPR RI. Ia menegaskan, lembaganya tengah mengoptimalkan tata kelola Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 2,4 triliun untuk pembangunan kawasan.
“Kami memahami persoalan dan kebijakan nasional hari ini. Oleh sebab itu, tahun ini kita bergerak di angka 2,4 triliun. Sekitar 65 persen dari anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja publik dan 35 persen untuk dukungan strategis,” kata Amsakar.
Ia menambahkan, capaian investasi yang melonjak merupakan hasil dari serangkaian pembenahan yang dilakukan pihaknya. Mulai dari reformasi regulasi, penyederhanaan layanan investasi, hingga percepatan pembangunan infrastruktur.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen memastikan kesiapan infrastruktur untuk mendukung kawasan industri yang kompetitif. Ia menyebut, penguatan pasokan air dan listrik menjadi prioritas utama untuk meningkatkan daya saing.
“Kami tengah menyiapkan langkah penguatan infrastruktur untuk memastikan keandalan pasokan air dan listrik sebagai upaya meningkatkan daya saing kawasan industri,” seru Li Claudia.
BP Batam berharap kunjungan kerja Banggar DPR RI dapat memperkuat dukungan kebijakan bagi pengembangan Batam sebagai kawasan tujuan investasi yang inklusif.