KEPULAUAN RIAU — Mistral AI mungkin tidak setenar ChatGPT atau Claude di kalangan pengguna biasa. Namun, di balik layar, startup yang didirikan pada 2023 ini tengah membangun fondasi bisnis yang solid dengan pendekatan yang unik.
Banyak yang salah paham dengan menilai Mistral AI hanya dari seberapa dekat mereka menjadi "OpenAI dari Eropa." Faktanya, chatbot dan agen AI mereka, Vibe (sebelumnya bernama Le Chat), belum memiliki pengakuan merek seperti ChatGPT. Model-model mereka pun kalah populer dari Claude milik Anthropic, bahkan di kalangan pendiri startup di kampus startup Paris, Station F.
CEO Mistral AI, Arthur Mensch, dalam sebuah unggahan di LinkedIn, menjelaskan bahwa perusahaannya mengikuti strategi yang mirip dengan Palantir. Mereka mengerahkan insinyur untuk membantu pemerintah dan perusahaan besar mengadopsi serta menyesuaikan AI untuk kebutuhan spesifik mereka.
"We exist to make sure that everyone gets access to the best AI systems, outside of centralized control exercised by states or corporations that feel the need to control in-fine deployment of AI," tulis Mensch.
Pendekatan ini terbukti efektif secara finansial. Pada Februari lalu, Mistral AI mengungkapkan bahwa pendapatan tahunan berulang (ARR) mereka telah mencapai lebih dari 400 juta dolar AS. Angka ini meroket dari 20 juta dolar AS hanya setahun sebelumnya. Perusahaan mengklaim berada di jalur yang tepat untuk melampaui 1 miliar dolar AS pada tahun ini.
Pencapaian ini membantu Mistral mendapatkan tempat di forum-forum bergengsi seperti Davos, bahkan di parlemen Prancis. Mensch sendiri telah menjadi duta publik untuk visi AI tertentu, meskipun masih perlu menjelaskan model bisnis perusahaannya kepada publik.
Alih-alih hanya menjual akses ke model AI, Mistral AI menawarkan platform bernama Forge. Platform ini memungkinkan pelanggan perusahaan (Enterprise) untuk membangun model kustom menggunakan data mereka sendiri. Model-model dan platform agen AI mereka juga di-deploy langsung di infrastruktur pelanggan.
Untuk mendukung rencana besarnya, Mistral AI mengakuisisi startup infrastruktur Koyeb awal tahun ini. Langkah ini bertujuan untuk membangun "AI cloud" yang sesungguhnya. Perusahaan juga mengumumkan strategi investasi senilai 4 miliar euro (sekitar 4,56 miliar dolar AS) untuk membangun pusat data di Prancis dan Swedia.
Mistral AI memiliki sederet model, mulai dari LLM (Large Language Model) hingga model multimodal, penalaran, audio, dan OCR. Ada juga model yang dioptimalkan untuk perangkat edge seperti ponsel, serta model kode agen Leanstral yang bersifat open source. Tidak semua model mereka berfokus pada ukuran besar, seperti yang terlihat dari nama "Mistral Small 4" dan "Les Ministraux."
Tiga pendiri Mistral AI berasal dari latar belakang riset AI di perusahaan teknologi AS yang beroperasi di Paris. CEO Arthur Mensch sebelumnya bekerja di Google DeepMind, sementara CTO Timothée Lacroix dan kepala ilmuwan Guillaume Lample adalah mantan staf Meta.
Mistral AI juga menunjuk tiga eksekutif baru untuk mendukung pertumbuhan: Johan Bergqvist sebagai CFO, Brian Hall sebagai CMO, dan Kamal Brar sebagai SVP Partners & Alliances.
Mensch mengakui bahwa perusahaannya belum memiliki model bahasa terbaik saat ini. Namun, ia mengklaim kesenjangan dengan pesaing terus menyempit. "Today, we do not yet own the best language models, but we’ve constantly reduced that gap. We have a very exciting model to come this summer – it will be open-weight, and we’re opening early access to it in July," ungkapnya.
Model terbaru ini telah menjadi perbincangan di platform X, di mana Mensch dan salah satu pendukung Mistral, Marc Andreessen, terlibat dalam berbagai diskusi. Ini menjadi tanda bahwa dunia, terutama di luar Amerika Serikat, menanti langkah selanjutnya dari startup AI Prancis ini.