Presiden Prabowo Panggil Pimpinan BP Batam di Kertanegara, Targetkan Batam Jadi Gerbang Maritim dan Investasi Global

Penulis: Ridwan Azhari  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 19:39:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto menerima pimpinan BP Batam untuk membahas transformasi Batam sebagai pusat investasi global.

BATAM — Presiden RI Prabowo Subianto menerima langsung Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala Li Claudia Chandra, serta jajaran deputi di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Minggu (5/7/2026). Pertemuan tertutup itu berlangsung selama beberapa jam dan membahas cetak biru transformasi Batam menjadi pusat investasi dan perdagangan global.

Empat Pilar Arahan Presiden untuk Batam

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Batam harus menjadi model implementasi agenda nasional. Empat pilar utama yang ditekankan meliputi hilirisasi, industrialisasi, deregulasi, dan efisiensi logistik. Menurut Presiden, keunggulan Batam harus dibangun di atas kepastian hukum, kecepatan pelayanan, dan infrastruktur berdaya saing global.

Salah satu instruksi paling konkret adalah modernisasi pelabuhan dan rencana pembangunan Pelabuhan Internasional Batam. Pelabuhan ini dirancang sebagai simpul logistik nasional yang terintegrasi dengan kawasan industri, manufaktur berteknologi tinggi, pusat data, dan jaringan pelayaran dunia. Langkah ini diharapkan mampu menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya saing ekspor Batam dalam rantai pasok global.

Realisasi Investasi Tembus Rp 69,3 Triliun di 2025

Deputi Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, melaporkan bahwa realisasi investasi Batam tahun 2025 mencapai Rp69,3 triliun. Angka ini menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan. Pada Triwulan I 2026 saja, investasi kembali tumbuh menjadi Rp17,48 triliun, meningkat 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Investasi tersebut semakin terkonsentrasi pada sektor bernilai tambah seperti elektronik, mesin, pusat data, energi, dan kawasan industri. "Bapak Presiden juga mengarahkan agar Batam menjadi pilot project reformasi investasi nasional melalui digitalisasi pelayanan, pengawasan berbasis risiko, serta penguatan integritas kawasan," ujar Fary Francis dalam laporannya kepada Presiden.

Digitalisasi Tata Kelola Lahan untuk Kepastian Hukum

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menjelaskan bahwa pihaknya terus memperkuat tata kelola melalui digitalisasi Land Management System (LMS). Sistem ini dirancang untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kemudahan layanan lahan bagi investor. "BP Batam menilai perkuatan tata kelola tersebut akan meningkatkan kepastian hukum, mempercepat layanan investasi, serta memperkuat kepercayaan investor terhadap Batam sebagai tujuan investasi," kata Li Claudia.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menambahkan bahwa pasca penguatan regulasi melalui PP Nomor 25 Tahun 2025 dan kebijakan pengembangan kawasan, pelayanan investasi menjadi lebih cepat. "Melalui berbagai reformasi tersebut, BP Batam menargetkan Batam menjadi kawasan yang lebih produktif, tertata, dan kompetitif, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat investasi, industri, dan perdagangan yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional," ujar Amsakar.

Langkah Lintas Kementerian untuk Percepatan Proyek

Menutup pertemuan, Presiden Prabowo berjanji akan mengoordinasikan langkah lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat penyelesaian isu strategis. Mulai dari harmonisasi regulasi hingga pembangunan pelabuhan internasional. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat serius menjadikan Batam sebagai etalase reformasi investasi dan gerbang maritim Indonesia di kancah global.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: hmstimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top