BATAM — Bundaran utama di kawasan Bandara Hang Nadim, Batam, akan dihiasi tugu ikon sejarah Melayu sebagai bagian dari penataan wajah kota. Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad telah melakukan peletakan batu pertama proyek tersebut, Jumat (21/3).
Pembangunan tugu ini merupakan hasil kompromi antara tim arsitek dan Lembaga Adat Melayu. Nama yang disepakati adalah Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan, merujuk pada Yang Dipertuan Muda (YDM) ke-5 yang pernah memimpin Kepulauan Riau.
"Semangat historisnya kami ambil sehingga disepakati menjadi Bundaran Raja Ali Marhum YDM ke-5," ujar Amsakar dalam keterangannya.
Menurut Amsakar, Raja Ali Marhum memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Batam. Ia merupakan ayahanda Raja Isa, tokoh yang memimpin Nongsa dan wilayah rantau takluknya, yang kemudian menjadi bagian penting dalam penetapan hari jadi Kota Batam.
Pemilihan nama ini telah melalui pembahasan bersama berbagai pihak, mulai dari tim arsitek hingga Lembaga Adat Melayu.
Amsakar menegaskan pembangunan bundaran tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun anggaran BP Batam. Seluruh biaya berasal dari dukungan sponsor dan donatur dunia usaha.
"Kegiatan ini tanpa APBD dan tanpa belanja BP Batam. Seluruhnya merupakan kontribusi dari para sponsor dan donatur yang ikut membantu pembangunan," katanya.
BP Batam menargetkan pembangunan Bundaran Raja Ali Marhum dapat diselesaikan dalam waktu sekitar sembilan bulan, atau paling lambat Februari 2027. Proyek ini merupakan bagian dari program penataan kawasan perkotaan untuk menciptakan Batam yang lebih bersih dan tertata.
"Ada beberapa bundaran lain juga akan kami kerjakan. Seperti yang di Tembesi, Jembatan Barelang itu segera kami tata untuk berikutnya," kata Amsakar.
Amsakar mengatakan penataan kawasan perkotaan menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk meningkatkan daya tarik Batam, baik bagi wisatawan maupun investor. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden agar kota-kota di Indonesia menjadi indah, bersih, tidak semrawut, dan tertata.
"Kami ingin kota ini menjadi lebih baik, lebih bersih, dan memiliki daya pikat sehingga diminati masyarakat maupun orang yang berkunjung ke Batam," ujar dia.