Stok MinyaKita di Tanjungpinang Kembali Normal, Adibapok Datangkan 249 Ribu Liter dari Dumai dan Medan

Penulis: Fadhli Usman  •  Senin, 13 Juli 2026 | 17:50:31 WIB
Pasokan MinyaKita sebanyak 249 ribu liter dari Dumai dan Medan tiba di Tanjungpinang untuk menormalkan stok yang sempat langka.

TANJUNGPINANG — Kelangkaan minyak goreng MinyaKita yang sempat meresahkan warga Tanjungpinang mulai teratasi. Adibapok Tanjungpinang–Bintan memastikan pasokan kembali normal setelah mendatangkan 249 ribu liter dari Dumai dan Medan.

Ketua Adibapok Tanjungpinang–Bintan, M. Sadmi Al Qayum, mengatakan koordinasi dengan pihak transportasi menjadi kunci pemulihan distribusi. Penambahan armada angkutan berhasil mengurai hambatan yang sebelumnya membuat stok menipis di pasaran.

"Karena kemarin sempat terjadi kelangkaan sebab transportasi, tapi berkat koordinasi kita dapat penambahan armada dan kondusif kembali, dan hari ini masuk 249.000, yang akan diedarkan ke Tanjungpinang dan Karimun," ucapnya.

Alokasi 177 Ribu Liter untuk Tanjungpinang, 72 Ribu Liter untuk Karimun

Dari total pasokan yang tiba, sebanyak 177 ribu liter minyak goreng dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Tanjungpinang. Sementara itu, 72 ribu liter sisanya akan didistribusikan ke Kabupaten Karimun yang juga mengalami tekanan pasokan serupa.

Adibapok tidak berhenti pada pengiriman kali ini. Organisasi distributor itu berencana kembali mendatangkan 71 ribu liter MinyaKita ke Tanjungpinang pada 15 Juli mendatang untuk menjaga stok tetap aman.

Disperindag Kepri Awasi Harga Agar Tidak Melebihi HET

Pengawas Perdagangan Ahli Madya Disperindag Kepri, Andri Kurniawan, menyatakan pihaknya akan mengawasi harga jual MinyaKita di tingkat pengecer. Pengawasan ini bertujuan agar minyak goreng bersubsidi itu dijual sesuai ketentuan pemerintah dan tidak membebani masyarakat.

"Hari ini kita lihat bersama kedatangan stok Minyakita, dan apresiasi kita berikan kepada pihak swasta, semoga nantinya akan dapat dirasakan kepada masyarakat saat kondisi ekonomi tidak menentu, terutama UMKM," ucapnya.

Andri menambahkan, kelangkaan sebelumnya sempat dimanfaatkan sejumlah pedagang untuk menjual di atas harga eceran tertinggi (HET). Dengan masuknya pasokan baru, diharapkan harga kembali stabil dan pelaku UMKM bisa bernapas lega.

Pasokan Tersendat Akibat Keterlambatan Transportasi

Kelangkaan MinyaKita di Tanjungpinang beberapa pekan terakhir dipicu oleh keterlambatan pengiriman dari Dumai dan Medan. Kapal pengangkut yang biasa melayani rute tersebut mengalami jadwal yang tidak menentu, sehingga distribusi ke agen-agen di Tanjungpinang terhambat.

Kondisi itu membuat warga kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau. Sejumlah warung dan pasar tradisional sempat menjual MinyaKita dengan harga lebih mahal atau bahkan kehabisan stok sama sekali.

Dengan tambahan armada transportasi yang kini berjalan normal, Adibapok optimistis pasokan MinyaKita di Tanjungpinang dan Karimun akan tetap lancar hingga beberapa pekan ke depan.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: gotvnews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top