TANJUNGPINANG — Rapat paripurna penyampaian rancangan KUA-PPAS APBD 2027 berlangsung di kantor DPRD Bintan pada Kamis lalu. Dalam forum tersebut, Bupati Roby memaparkan empat prioritas utama yang akan menjadi tulang punggung pembangunan daerah tahun depan.
Roby menjelaskan bahwa kebijakan anggaran tahun 2027 akan berporos pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan produktivitas ekonomi, pelestarian lingkungan, serta inovasi tata kelola pemerintahan. "Prioritas ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, investasi, infrastruktur, reformasi birokrasi, serta daya saing daerah," ujar Roby dalam sambutannya.
Pemerintah daerah mengusung tema pembangunan “Meningkatkan Akselerasi Kesejahteraan Berbasis Produktivitas Ekonomi Unggulan, SDM Berkualitas, Lingkungan Lestari, dan Tata Kelola Inovatif.” Tema ini menjadi pedoman dalam mengalokasikan belanja daerah agar tepat sasaran.
Dalam gambaran awal, pendapatan daerah pada 2027 diproyeksikan sebesar Rp 992,8 miliar. Rinciannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan mencapai Rp 368,4 miliar, sementara pendapatan transfer dari pusat diperkirakan sebesar Rp 624,3 miliar. Di sisi lain, belanja daerah direncanakan mencapai Rp 1,017 triliun, sehingga terdapat selisih yang akan ditutup melalui penerimaan pembiayaan sebesar Rp 24,8 miliar.
Bupati menekankan bahwa belanja daerah akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan wajib dan pelayanan dasar. Sektor-sektor seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, serta pemberdayaan perempuan dan anak menjadi perhatian utama. Tak hanya itu, anggaran juga diarahkan untuk mengembangkan sektor unggulan seperti pariwisata, perikanan, pertanian, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Roby menyebut bahwa rancangan APBD 2027 juga mendukung program strategis nasional dan daerah. Anggaran dialokasikan untuk percepatan penurunan kemiskinan, penurunan stunting, ketahanan pangan, serta pengendalian inflasi. "Seluruh kebijakan diarahkan agar mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bintan," kata dia.
Penguatan infrastruktur ekonomi dan peningkatan kualitas lingkungan hidup juga masuk dalam daftar prioritas belanja. Pemkab Bintan ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan berdampak langsung pada peningkatan daya saing daerah dan kesejahteraan warganya.
Ketua DPRD Bintan, Fiven Sumanti, menyambut baik penyampaian rancangan ini sebagai langkah awal penyusunan APBD. Pihak legislatif berjanji akan membahas dokumen KUA-PPAS tersebut secara cermat dan mengedepankan kepentingan masyarakat. "Pembahasan ini akan mengedepankan kepentingan masyarakat, sehingga APBD yang nantinya disepakati benar-benar mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah," tegas Fiven.
Bupati Roby berharap sinergi antara eksekutif dan legislatif dapat menghasilkan APBD yang sehat dan efektif. "Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan DPRD diharapkan mampu menghasilkan APBD yang sehat, efektif, tepat sasaran, serta mampu mendorong percepatan pembangunan," pungkasnya.