NATUNA — Sebuah inisiatif penguatan kapasitas kebencanaan akan digelar secara virtual pada 23 hingga 26 Juli 2026. Webinar Nasional Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana edisi Juli ini menyasar kalangan luas, mulai dari pelajar, mahasiswa, potensi SAR, hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang peduli terhadap isu mitigasi risiko.
Kegiatan yang berlangsung setiap pukul 16.00 WIB melalui Zoom Meeting dan Live YouTube e-Guru TV ini mengusung tema “Strategi Kolaboratif Mewujudkan Lingkungan Tangguh dan Mandiri Hadapi Kedaruratan Bencana.” Panitia menyebut ajakan partisipasi disebar melalui grup WhatsApp SAR Natuna sebagai upaya menjangkau komunitas akar rumput.
Panitia menjadwalkan tiga narasumber utama. Dari BPBD Provinsi Jawa Tengah, hadir Drs. Wahjoedi Fadjar, M.Si., Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, serta Rizal Harry Susanto, S.T., Penelaah Teknis Kebijakan. Sementara dari Kantor SAR Yogyakarta, tampil Muh. Asyikin, S.Kep., M.M., Kepala Subseksi Sumber Daya.
Materi yang akan dibahas mencakup strategi pembentukan dan penguatan Desa Tangguh Bencana untuk meminimalkan risiko dampak awal. Peserta juga akan mendapat paparan tentang pemanfaatan pemetaan wilayah rawan bencana dalam penyusunan rencana evakuasi mandiri yang efektif, serta pelatihan teknik penyelamatan mandiri bagi masyarakat awam sebagai langkah awal pertolongan di lapangan.
Webinar ini terbuka bagi unsur BPBD, Basarnas, relawan kebencanaan, tenaga pendidik, mahasiswa, dan masyarakat umum. Panitia menyediakan sejumlah fasilitas bagi peserta, antara lain undangan resmi, materi webinar, rekap daftar hadir, contoh laporan pengembangan diri, serta e-sertifikat 38 JP atas nama peserta. Selain itu, peserta juga mendapatkan akses pembelajaran VIP dan kesempatan membangun jejaring dengan satgas BPBD, Basarnas, dan relawan dari berbagai daerah.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan yang telah disediakan panitia. Penerbitan sertifikat dikenakan biaya partisipasi, dan jumlah peserta dibatasi. Masyarakat yang berminat diimbau segera mendaftar sebelum kuota terpenuhi. Panitia juga mengajak peserta menyebarluaskan informasi ini ke lingkungan BPBD, Basarnas, maupun komunitas relawan sebagai bagian dari penguatan budaya kesiapsiagaan bencana di Indonesia.