Menkes Budi Gunadi Janji Lengkapi Alat Kesehatan RSUD Embung Fatimah Batam, Target 80-90 Persen Pasien Stroke Tak Perlu Dirujuk

Penulis: Saifuddin Wahid  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:23:01 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin meninjau kesiapan sarana prasarana RSUD Embung Fatimah di Batam, Jumat.

Kementerian Kesehatan berkomitmen melengkapi sarana prasarana RSUD Embung Fatimah di Batam, Kepulauan Riau, untuk memperkuat layanan penanganan penyakit Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan pengadaan alat kesehatan dilakukan bertahap, termasuk CT scan yang sudah masuk proposal, dengan target agar sebagian besar pasien stroke dapat ditangani langsung di Batam tanpa dirujuk ke luar daerah.

BATAM — Pemerintah pusat memprioritaskan penguatan layanan kesehatan di RSUD Embung Fatimah, Batam, melalui penambahan sejumlah peralatan medis strategis secara bertahap. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan dukungan tersebut diberikan sesuai kebutuhan rumah sakit hingga periode 2027-2028.

"Nanti akan dikasih (peralatan kesehatan) karena sudah masuk juga proposal di Kemenkes. CT scan sudah masuk satu, nanti bertahap sampai tahun 2027-2028 akan masuk," kata Budi Gunadi di Batam, Jumat.

Rencana Penambahan Cath Lab untuk Layanan Stroke

Setelah CT scan, fasilitas berikutnya yang menjadi prioritas adalah cath lab untuk mendukung penanganan penyakit stroke. Keberadaan alat ini dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pasien di kota industri tersebut.

"Sesudah punya CT scan, dia harus bisa punya cath lab. Mudah-mudahan itu bisa tetap terealisasi, sehingga teman-teman bisa melakukan layanan penanganan stroke ini dengan lebih baik," ujar Menkes.

Target Kurangi Rujukan Pasien ke Luar Daerah

Dengan kelengkapan fasilitas tersebut, Menkes berharap kemampuan RSUD Embung Fatimah dalam menangani pasien meningkat signifikan. Targetnya, kasus-kasus yang selama ini harus dirujuk ke provinsi lain atau ke luar negeri bisa ditangani di Batam.

"Harapan saya kalau bisa 80-90 persen orang penanganan stroke berhenti di sini, ditangani dengan baik dan bisa pulang kembali," kata Budi Gunadi.

Selain stroke, penguatan layanan juga difokuskan pada penanganan penyakit jantung dan kanker. Hal ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat Kepulauan Riau yang selama ini kerap harus bepergian jauh untuk mendapatkan perawatan intensif.

50 Persen Peralatan Bedah Saraf Sudah Tersedia

Dokter Spesialis Bedah Saraf RSUD Embung Fatimah, Andi Nugraha Sendjaja, menyebutkan sekitar 50 persen kebutuhan peralatan medis untuk mendukung kemandirian layanan bedah saraf telah tersedia. Rumah sakit telah memiliki CT scan dan beberapa alat medis untuk operasi.

Namun, salah satu alat yang masih dibutuhkan adalah mikroskop khusus bedah. "Tadi pak Menkes ada juga menawarkan alat endoskopi. Tapi untuk mikroskop ini tadi sudah deal, akan dibantu 100 persen dari kementerian," ujar Andi Nugraha.

Keberadaan mikroskop dan endoskopi diyakini akan memperkuat kemampuan tim medis dalam menangani kasus bedah saraf yang kompleks. Hal ini menjadi angin segar bagi pengembangan layanan kesehatan spesialis di Batam.

Apresiasi Menkes terhadap Pengelolaan Rumah Sakit

Dalam kunjungannya, Menkes Budi Gunadi Sadikin juga memberikan penilaian positif terhadap kondisi RSUD Embung Fatimah. Ia menyoroti kebersihan, kerapian, dan pengelolaan fasilitas yang dinilai sangat baik.

"Bagus, bersih. Saya sudah lihat kota-kota lain, ini salah satu gedung RSUD kabupaten/kota yang paling bersih yang saya pernah lihat," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Pengakuan ini menjadi modal penting bagi RSUD Embung Fatimah untuk terus berkembang menjadi rumah sakit rujukan regional yang andal di kawasan Sumatra dan sekitarnya.

Reporter: Saifuddin Wahid
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top