Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meluncurkan layanan operasi clipping cerebral aneurysma atau penjepitan pembuluh darah otak untuk pertama kalinya di RSUD Embung Fatimah, Batam, Kepulauan Riau. Dengan hadirnya layanan ini, pasien stroke akibat aneurisma di Kepri tidak perlu lagi dirujuk ke Medan atau Jakarta. Operasi perdana tersebut melibatkan dokter spesialis bedah saraf RSUD Embung Fatimah bersama tim Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Mahar Mardjono.
BATAM — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyaksikan langsung operasi penjepitan pembuluh darah otak atau clipping cerebral aneurysma yang baru pertama kali dilakukan di Kepulauan Riau. Prosedur medis itu berlangsung di RSUD Embung Fatimah, Kota Batam, Jumat.
Menkes Budi menegaskan bahwa keberadaan layanan ini mengubah arah rujukan pasien stroke di wilayah tersebut. Sebelumnya, pasien dengan aneurisma otak harus dibawa keluar Batam untuk mendapatkan penanganan.
“Hari ini kita melihat operasi clipping yang sebelumnya harus dibawa ke luar Kota Batam. Dengan adanya dokter dan fasilitas yang sudah ada, pasien tidak perlu dirujuk ke Medan atau Jakarta lagi, bisa langsung di sini,” kata Budi di Batam.
Menurut Budi, layanan ini bukan sekadar memangkas biaya transportasi, tetapi juga mempercepat waktu tindakan medis. Ia menilai faktor kecepatan menjadi penentu utama dalam kasus stroke.
“Lebih nyaman karena keluarganya juga ada di sini dan kita percepat waktu penanganan. Karena stroke itu harus cepat ditangani,” ujarnya.
Budi menyebut operasi clipping di level rumah sakit kabupaten/kota merupakan perkembangan penting dalam pemerataan layanan kesehatan. Prosedur serupa selama ini hanya tersedia di rumah sakit provinsi.
“Saya sebenarnya melihat operasi clipping ini pertama kali dilakukan di level kabupaten/kota. Jadi saya kagum sekali dan ingin datang melihat karena ini menyelamatkan nyawa,” katanya.
Usai meninjau ruang rawat inap, Budi berharap kapasitas RSUD Embung Fatimah terus diperkuat. Ia menargetkan mayoritas pasien stroke di daerah itu bisa ditangani tanpa harus keluar kota.
“Saya berharap ke depannya, 80-90 persen pasien stroke dapat ditangani di RSUD Embung Fatimah tanpa harus keluar kota,” kata Menkes.
Direktur RSUD Embung Fatimah Raden Roro Sri Widjayanti Suryandari membenarkan bahwa tindakan ini merupakan yang pertama di Kepulauan Riau. Ia menyebut operasi tersebut belum pernah dilakukan di provinsi itu sebelumnya.
“Ini merupakan operasi yang belum pernah sama sekali di Kepulauan Riau. Baru ini satu-satunya di Kepulauan Riau, yaitu clipping pembuluh darah otak,” katanya.
Dokter Spesialis Bedah Saraf RS PON Mahar Mardjono, dr. Muhammad Kusdiansah, menambahkan bahwa keberhasilan proctoring ini menjadi momentum penting. Hal itu membuktikan rumah sakit daerah level kabupaten/kota mampu melaksanakan bedah saraf kompleks bila didukung tenaga dan fasilitas memadai.
“Dengan terlaksananya proctor ini menandakan rumah sakit daerah level kabupaten/kota mampu melaksanakan bedah seperti ini,” katanya.