Inflasi Batam Tembus 4,33 Persen, Pemkot Andalkan Gerakan Menanam Cabai dan Mobil Sembako Keliling

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:26:01 WIB
Wali Kota Batam Amsakar Achmad memantau ketersediaan bahan pokok di pasar untuk memastikan pasokan aman dan harga terjangkau.

Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, memperkuat pengendalian inflasi yang pada Juli 2026 tercatat 4,33 persen secara year-on-year, melampaui batas atas sasaran nasional 3,5 persen. Langkah ini mencakup gerakan menanam komoditas pangan hingga operasi Mobil Jaga Inflasi Keliling (GASING) di Kecamatan Bengkong. Wali Kota Batam Amsakar Achmad memastikan intervensi pasar terus dilakukan agar daya beli warga tetap terjaga di tengah kenaikan harga kelompok transportasi dan makanan.

BATAM — Tekanan inflasi tahunan di Batam masih berada di atas target pemerintah pusat. Data Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mencatat inflasi kota itu mencapai 4,33 persen secara year-on-year (yoy) pada Juli 2026, sementara sasaran nasional ditetapkan 3,5 persen.

Penyumbang utama kenaikan harga berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak 9,17 persen. Disusul sektor transportasi sebesar 6,99 persen, serta makanan, minuman dan tembakau yang naik 5,92 persen.

Meski begitu, pemantauan pada 24 hingga 28 Agustus 2026 menunjukkan harga kebutuhan pokok di pasar tidak mengalami kenaikan. Kondisi ini dinilai sebagai indikasi awal intervensi pemerintah mulai bekerja.

30 Hektare Lahan Cabai dan Ribuan Bibit Dibagikan ke Warga

Salah satu strategi utama yang diandalkan Pemkot Batam adalah gerakan menanam. Pemerintah mengembangkan kawasan hortikultura seluas 30 hektare untuk cabai merah keriting dan 20 hektare untuk cabai rawit hijau.

"Jadi pemerintah melakukan pengembangan kawasan hortikultura cabai seluas 30 hektare untuk cabai merah keriting dan 20 hektare untuk cabai rawit hijau. Selain itu, ribuan bibit cabai telah didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kota Batam," ujar Wali Kota Batam Amsakar Achmad dalam keterangan resmi, Minggu.

Langkah ini diambil untuk menekan harga cabai yang kerap menjadi pemicu inflasi pangan di daerah kepulauan, mengingat ketergantungan pasokan dari luar Batam masih tinggi.

Mobil GASING dan Pasar Murah Jadi Andalan Jaga Harga

Untuk menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen, Pemkot Batam mengoperasikan program Mobil Jaga Inflasi Keliling (GASING). Pada Agustus 2026, kegiatan ini menyasar sejumlah wilayah di Kecamatan Bengkong.

Program tersebut berbarengan dengan pasar murah bersubsidi yang digelar rutin. TPID juga melakukan inspeksi ke pasar dan distributor untuk memastikan tidak ada penimbunan yang memicu lonjakan harga.

Stok Beras 3,3 Juta Kilogram, Minyak Goreng Aman

Dari sisi pasokan, data per 26 Agustus 2026 mencatat persediaan beras di Batam mencapai 3.393.503 kilogram. Stok minyak goreng tercatat 204.704 kilogram, sementara gula pasir tersedia 134 kilogram.

Dalam laporan tersebut, tidak ditemukan potensi kekurangan stok beras. Pemkot Batam terus berkoordinasi dengan daerah penghasil komoditas untuk memperkuat rantai distribusi.

"Kita terus memastikan pasokan kebutuhan pokok aman, distribusi berjalan lancar, dan berbagai intervensi pemerintah dilakukan ketika ada komoditas yang mengalami kenaikan harga. Yang paling penting adalah menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar," tegas Amsakar.

Stabilnya harga kebutuhan pokok pada pekan keempat Agustus menjadi modal bagi Pemkot Batam untuk menahan laju inflasi hingga akhir tahun.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top