Pertamina Gandeng Ruangguru Latih 10 Guru di Malaysia, Ini Tujuannya

Penulis: Fadhli Usman  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 11:25:01 WIB
Guru-guru Indonesia di Malaysia mengikuti sesi pelatihan program CHARISMA bersama Ruangguru di Kepulauan Riau.

KEPULAUAN RIAU — Program bertajuk Character and Human Integrity Strengthening Through Mentorship & Action ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru dalam membentuk karakter dan integritas siswa melalui penerapan kebiasaan positif di sekolah. Pelatihan berlangsung selama 3-4 bulan dengan pengukuran dampak yang mencakup peningkatan kompetensi guru serta peran mereka terhadap perkembangan karakter siswa.

Materi Pelatihan dan Pendampingan Guru

PMEP dan Ruangguru menyusun tiga topik utama dalam workshop ini. Pertama, perencanaan pembelajaran karakter yang bermakna. Kedua, pengembangan media dan aktivitas pembelajaran karakter. Ketiga, asesmen, monitoring, dan pelaporan perkembangan karakter murid.

Seluruh proses pelatihan diawasi langsung oleh Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur. Pendampingan ini memastikan materi yang diberikan selaras dengan kebutuhan pendidikan Indonesia di luar negeri sekaligus mengacu pada Permendikdasmen No.13/2025 tentang pembiasaan dalam budaya sekolah.

Mengapa Program Ini Digagas

Manager Relations PMEP, Dhaneswari Retnowardhani, menjelaskan bahwa CHARISMA lahir dari pemetaan sosial yang dilakukan perusahaan di sekolah binaan. Dari situ, tim menemukan adanya kebutuhan untuk memperkuat pendidikan karakter di kelas.

"Kami melihat adanya kebutuhan untuk memperkuat Pendidikan karakter di kelas. Oleh karenanya, kami berinisiatif memberikan peningkatan kapasitas kepada para guru dengan menggandeng Ruangguru sebagai mitra yang berkompeten," ujar Dhaneswari dalam keterangan resminya, Senin (31/8).

Melalui program ini, PMEP berharap kemampuan pedagogis guru dalam merancang, memantau, dan mendokumentasikan pembelajaran karakter dapat meningkat secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.

Respons Peserta dan Pelatih

Para guru yang terlibat merasakan manfaat langsung dari pelatihan ini. Ibu Yanti Surati, tenaga pendidik dari SB Gumut, mengaku mendapat cara pandang baru dalam mengembangkan karakter anak-anak di Sekolah Binaan.

"Kegiatan ini sangat positif, dengan peningkatan kapasitas dan metode yang diberikan, memberikan kami spektrum yang lebih luas dan efektif dalam meningkatkan kepercaayaan dan karakter siswa kami," kata Ibu Yanti.

Ia berharap program ini terus dikembangkan dan selaras dengan kebutuhan para siswa. Sementara itu, Purnama Palupessy dari Ruangguru menegaskan komitmen pihaknya mendampingi para guru dalam berbagi metode pembelajaran karakter yang aplikatif dan adaptif.

"Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi kami dalam memberikan pengetahuan baru kepada para guru di Sanggar Bimbingan," ucap Purnama.

Komitmen Pendidikan Anak Pekerja Migran

CHARISMA merupakan wujud komitmen PMEP mendukung akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia. Sekolah binaan yang dimaksud adalah Sanggar Bimbingan—lembaga pendidikan nonformal yang dikelola untuk memastikan anak-anak buruh migran tetap mendapatkan hak belajarnya meski berada di luar negeri.

Ke depan, PMEP berharap kolaborasi serupa dapat terus tumbuh. Perusahaan menilai penguatan kapasitas guru adalah investasi jangka panjang yang berdampak langsung pada kualitas belajar mengajar di sekolah binaan, khususnya dalam pembentukan karakter siswa yang menjadi fondasi pendidikan dasar.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top