KARIMUN — Bupati Karimun Ing Iskandarsyah mengawali sambutannya di hadapan para ASN dengan sebuah pertanyaan reflektif: apakah mereka yakin daerahnya akan maju. Pertanyaan itu ia lontarkan dalam acara pelantikan pejabat fungsional dan pengambilan sumpah PNS Formasi 2024 yang berlangsung di Gedung Serbaguna Komplek Kantor Bupati, Senin (31/8/2026).
"Saya mau tanya, kita yakin enggak bahwa Karimun akan maju ke depan? Yakin? Kita memang harus awali dengan keyakinan," tegasnya di hadapan aparatur yang baru dilantik.
Keyakinan itu, menurut Ing Iskandarsyah, bukan sekadar retorika. Karimun memiliki posisi geografis yang sangat strategis di jalur perdagangan internasional, berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Potensi ini dinilai belum dikelola secara maksimal.
"Kita berangkat dari sebuah keyakinan bahwa kita ingin negeri yang luar biasa, yang sangat strategis. Karena memang Karimun luar biasa, potensinya luar biasa," ujarnya.
Ia menilai selama ini pembangunan seringkali terpaku pada infrastruktur fisik dan ekonomi semata. Padahal, ada pintu masuk lain yang lebih organik untuk memperkenalkan Karimun ke dunia internasional.
Ing Iskandarsyah menyoroti sukses penyelenggaraan Karimun Taja Tari 2026 sebagai contoh konkret. Ajang budaya itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat Singapura dan mancanegara lainnya.
"Mungkin kita mulai dari budaya dulu. Kita lihat Karimun Taja Tari 2026. Kata orang Singapura kemarin, luar biasa. Kedatangan generasi muda Karimun banyak yang di-branding ke Indonesia," katanya.
Ia menyebut kekayaan seni dan tradisi lokal bukan sekadar tontonan. Di era digital saat ini, budaya menjadi identitas yang bisa memperkuat citra daerah di mata wisatawan dan investor.
Perhatian orang nomor satu di lingkungan Pemkab Karimun itu kemudian beralih pada komposisi penduduk. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), struktur demografi Karimun didominasi kelompok usia produktif.
"Anak-anak muda, makanya hari ini saya ingin anak-anak muda. Karena memang di dalam data BPS kita, Karimun ini orang yang produktif, di atas 60 persen, atau 50 persen. Pokoknya produktiflah. Nah, ini yang kita dorong," ungkapnya.
Kelompok usia produktif tersebut dinilai sebagai mesin penggerak pembangunan yang sesungguhnya. Mereka tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus didorong menjadi subjek yang melahirkan gagasan dan inovasi baru.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi para ASN muda yang baru saja mengucapkan sumpah. Mereka dituntut untuk membawa energi baru dalam birokrasi yang selama ini sering terkesan kaku.
Menurut Bupati, ASN hari ini tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif. Keberanian berinovasi dan kreativitas menjadi syarat mutlak untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah yang semakin kompleks.
"Karimun punya posisi strategis. Karimun punya potensi. Dan kini, tantangannya adalah bagaimana seluruh kekuatan itu diubah menjadi kemajuan yang benar-benar dirasakan masyarakat," pungkasnya.