50 Tenaga Kesehatan di Natuna Ikuti Orientasi Pembinaan Posyandu, Target Layanan Berbasis Siklus Hidup

Penulis: Ridwan Azhari  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 23:21:06 WIB
Sebanyak 50 tenaga kesehatan dari 15 puskesmas mengikuti orientasi pembinaan posyandu di Kecamatan Bunguran Timur, Natuna, pada 31 Agustus hingga 2 September 2026.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, menggelar orientasi pembinaan posyandu bagi 50 tenaga kesehatan dari 15 puskesmas. Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Bunguran Timur ini bertujuan memperkuat pendampingan kader dan mendorong penerapan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).

NATUNA — Sebanyak 50 tenaga kesehatan yang terdiri atas tenaga promosi kesehatan, tenaga gizi, serta penanggung jawab program penyakit tidak menular (PTM) mengikuti orientasi pembinaan posyandu. Mereka berasal dari 15 puskesmas dan jajaran Dinkes Natuna.

Kegiatan yang digelar mulai 31 Agustus hingga 2 September 2026 di Kecamatan Bunguran Timur itu menghadirkan pemateri dari internal Dinkes. Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Zabir, tenaga promosi kesehatan Erni Yusnita, serta Abdurrohim selaku administrator ahli muda mengisi sesi pelatihan.

Kepala Dinkes Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah menyebut orientasi ini menjadi fondasi penting untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan.

Fokus pada Kompetensi Kader dan Kebijakan ILP

Hari pertama pelatihan menyoroti arah kebijakan pembinaan posyandu serta peran puskesmas dalam mendampingi kader. Materi juga menekankan fungsi posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa yang mendukung pelayanan kesehatan dasar.

Peserta kemudian dibekali keterampilan teknis pada hari kedua, meliputi komunikasi, edukasi, dan konseling bagi kader. Materi ini dinilai krusial karena kader merupakan garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan ibu hamil, balita, dan lansia.

Simulasi dan Rencana Tindak Lanjut di Hari Ketiga

Memasuki hari terakhir, peserta mempelajari teknik supervisi dan pendampingan kader. Mereka juga mengikuti praktik simulasi pelaksanaan posyandu berbasis siklus hidup, termasuk pencatatan dan pelaporan data.

Kegiatan ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL), post-test, dan evaluasi untuk mengukur pemahaman peserta terhadap seluruh materi.

Target: Pelayanan Posyandu Lebih Optimal

Hikmat menambahkan bahwa pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan terpadu dan berkesinambungan di posyandu. Ia menekankan pentingnya penerapan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) secara efektif.

“Melalui kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna berharap tenaga kesehatan puskesmas memiliki kemampuan yang lebih baik dalam melakukan pembinaan dan pendampingan kader sehingga pelayanan kesehatan di posyandu dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” ujar Hikmat.

Dengan hadirnya tenaga terlatih, posyandu diharapkan mampu menjangkau lebih banyak warga dan memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan siklus hidup, mulai dari ibu hamil hingga lanjut usia.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top