Proses ini membuktikan bahwa identitas daerah bisa tumbuh dari material sederhana yang lekat dengan keseharian masyarakat. Ia tidak hanya mewakili bentuk gonggong, tetapi juga merepresentasikan kreativitas warga kepulauan dalam mengolah kekayaan pesisir menjadi produk ekonomi kreatif.
Bagi wisatawan yang mencari oleh-oleh berbeda, produk ini menawarkan pengalaman personal: setiap karya mengandung jejak laut dan sentuhan tangan pengrajinnya.
Gonggong memiliki posisi khusus dalam budaya kuliner dan identitas Kepulauan Riau. Siput laut ini dikenal sebagai hidangan khas daerah dan banyak ditemukan dalam olahan makanan maupun produk nonpangan.
Menurut Indonesia Travel, di Tanjungpinang gonggong tidak hanya diolah menjadi kerupuk dan sambal, tetapi juga dikembangkan menjadi patung, motif batik, dan aneka produk kerajinan. Karakter cangkangnya yang keras dan berpola khas mendukung pengembangan produk tersebut.
Wisatawan dapat menemukan kerajinan gonggong di sentra oleh-oleh kawasan Tanjungpinang dan Batam. Sejumlah pengrajin juga menerima pesanan khusus sesuai kebutuhan pembeli.