KEPULAUAN RIAU — PT Piaggio Indonesia mengundang media untuk merasakan langsung kemampuan Vespa GTS 250 pada rute Jakarta-Bogor, Selasa-Rabu (1-2/9/2026). Ini bukan sekadar test ride singkat di perkotaan—rute yang dipilih mencakup kepadatan Jalan Raya Bogor, jalan berkelok di Sentul, hingga tanjakan menuju Amba Hills, Megamendung. Kombinasi kondisi ini menjadi ajang pembuktian apakah skuter bergaya klasik ini mampu diajak kerja keras di luar aktivitas harian.
Dengan banderol Rp 97 juta OTR Jakarta, Vespa GTS 250 bersaing di kelas premium. Pesaing utamanya bukan sekadar skuter matik 250cc lain, melainkan juga pilihan mobil city car bekas atau motor touring entry-level. Lantas, apa yang membuat skuter ini layak dipertimbangkan?
Kesan pertama yang langsung terasa adalah kelincahan yang tidak terduga dari bodi yang terlihat gambot. Saat menyusuri kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Bogor, skuter ini tidak terasa berat untuk bermanuver di antara kendaraan. Setirnya responsif dan titik beratnya terasa rendah, memudahkan pengendara keluar dari kepadatan.
Kejutan positif datang dari sistem pengereman. Kami sempat melakukan pengereman mendadak untuk menghindari lubang, dan ABS dual channel langsung bekerja halus. Kontrol setir tetap terjaga, tidak ada sensasi oleng atau ban terkunci yang bikin panik. Ini standar keselamatan yang tidak bisa ditawar di kelas harga ini.
Memasuki jalur berkelok di kawasan Bukit Pelangi, suspensi bawaan menunjukkan karakter yang empuk namun tetap presisi. Motor tidak limbung saat diajak berpindah sisi, dan guncangan dari aspal yang rusak masih bisa disaring dengan baik. Untuk penggunaan harian di perkotaan Indonesia yang penuh polisi tidur, setup ini terasa pas—tidak terlalu keras, tidak terlalu lembek.
Piaggio melakukan penyesuaian kapasitas mesin dari 278 cc menjadi 249 cc pada GTS 250 ini. Meski turun, mesin HPE berpendingin cair ini tetap menghasilkan tenaga 22 dk di 7.750 rpm dan torsi 22,1 Nm di 6.000 rpm. Saat melibas tanjakan Megamendung, tenaga terasa terus terisi tanpa harus memaksa putaran mesin terlalu tinggi.
Yang menarik, karakter tenaganya tidak galak di putaran bawah. Dalam kondisi stop and go, gas tidak terasa sentak-sentak, membuat pengendara tidak cepat lelah di kemacetan. Namun, saat ingin melaju lebih cepat di jalan lurus, tenaga di putaran menengah hingga atas siap digas. Ini kombinasi yang jarang ditemui pada skuter premium—nyaman dikendarai santai, tapi tetap bertenaga saat dibutuhkan.
Vespa GTS 250 sudah dibekali sistem kontrol traksi ASR (Anti Slip Regulation) yang bekerja halus. Fitur ini memberikan rasa aman ekstra saat melintasi jalan basah atau permukaan licin, terutama ketika motor tiba-tiba di gas di jalan menanjak.
Untuk kebutuhan perjalanan jauh, konektivitas Vespa MIA menjadi andalan. Fitur navigasi turn-by-turn yang ditampilkan di panel instrumen membantu pengendara tanpa harus sering melirik ponsel. Ini nilai tambah signifikan untuk touring—Anda tetap fokus ke jalan, petunjuk arah muncul di layar speedometer.
Ada dua hal yang mengganggu kenyamanan saat perjalanan jauh. Pertama, jok yang lebih lebar dari seri Sprint atau Primavera membuat bagian bokong cepat terasa panas. Untuk perjalanan lebih dari satu jam, ini cukup terasa—Anda mungkin perlu berhenti sejenak untuk mendinginkan tubuh.
Kedua, area bagasi tidak dilengkapi stopper jok seperti yang ada di Vespa Sprint. Konsekuensinya, saat membuka bagasi, Anda harus menahan jok secara manual atau memastikan posisinya benar-benar terbuka penuh. Ini detail kecil yang terasa merepotkan, apalagi jika tangan Anda penuh membawa helm atau barang bawaan.
Vespa GTS 250 adalah pilihan tepat bagi Anda yang menginginkan skuter berkelas untuk aktivitas harian plus sesekali touring jarak dekat hingga menengah. Handling-nya lincah, mesinnya bertenaga, dan fitur keselamatannya lengkap. Namun, masalah panas di jok membuatnya kurang ideal untuk perjalanan berjam-jam nonstop.
Skuter ini lebih cocok untuk pengguna yang mementingkan gaya dan kepraktisan di perkotaan, dengan kemampuan ekstra saat akhir pekan diajak keluar kota. Jika prioritas utama Anda adalah kenyamanan touring jarak jauh, mungkin Anda perlu melihat opsi lain di kelas yang sama. Tapi jika yang dicari adalah skuter kalcer yang bisa diandalkan harian dan sesekali diajak "jalan-jalan", GTS 250 adalah paket yang hampir lengkap.