iPhone Ultra Baterai 4.883 mAh: Kapasitas Kalah, tapi Chip A20 Pro Bisa Ubah Segalanya

Penulis: Ridwan Azhari  •  Sabtu, 05 September 2026 | 11:07:01 WIB
Dokumen regulasi yang beredar menunjukkan iPhone Ultra akan menggunakan dua sel baterai dengan total kapasitas 4.883 mAh.

KEPULAUAN RIAU — Spekulasi seputar iPhone Ultra, ponsel lipat pertama Apple, kian memanas. Bocoran terbaru justru datang dari dokumen regulasi yang beredar sejak Juli lalu dan dibagikan oleh pembocor Digital Chat Station. Alih-alih memakai satu sel baterai besar, Apple dikabarkan bakal memakai desain dual-cell split battery—dua sel terpisah untuk meratakan distribusi berat di bodi yang bisa dilipat.

Kapasitas Baterai: Kalah Jauh dari Pesaing Lipat

Konfigurasi yang terungkap dalam dokumen tersebut menggabungkan sel 1.921 mAh dengan sel 2.962 mAh, menghasilkan total kapasitas terukur 4.883 mAh. Yang menarik, Apple disebut tidak akan mengadopsi teknologi baterai silikon-karbon yang sedang digandrungi pabrikan Android.

Padahal, teknologi silikon anoda berdensitas tinggi itulah yang memungkinkan kompetitor memasukkan kapasitas raksasa ke bodi tipis. Keputusan Apple bertahan dengan sel lithium-ion konvensional membuat iPhone Ultra tidak akan memimpin dalam urusan kapasitas mentah.

  • iPhone Ultra: 4.883 mAh (bocoran) — ketebalan 4,5–4,8 mm
  • Samsung Galaxy Z Fold 8: 4.800 mAh — 4,5 mm
  • Google Pixel 11 Pro Fold: 4.806 mAh — 4,8 mm
  • Oppo Find N6: 6.000 mAh — 4,21 mm
  • Motorola Razr Fold: 6.000 mAh — 4,7 mm
  • Honor Magic V6: 6.660 mAh — 4 mm

Dengan angka tersebut, iPhone Ultra hanya akan unggul tipis dari Galaxy Z Fold 8 dan Pixel 11 Pro Fold. Sementara lawan-lawannya sudah melesat ke angka 6.000 mAh atau lebih.

Proyeksi Daya Tahan: Menembus 12,5 Jam atau Gagal Total?

Hasil uji laboratorium Tom's Guide menunjukkan korelasi langsung antara kapasitas besar dan ketahanan yang lebih lama. Dalam tes pengurasan baterai—web browsing kontinu via jaringan seluler di kecerahan 150 nit—Motorola Razr Fold bertahan 14 jam 44 menit, disusul Galaxy Z Fold 8 Ultra di 14 jam 33 menit.

Di sisi bawah, Galaxy Z Fold 8 hanya mencapai 12 jam 20 menit, dan Pixel 11 Pro Fold 12 jam 31 menit. Jika iPhone Ultra benar-benar dibekali 4.883 mAh, estimasi paling realistis adalah menembus angka 12,5 jam dengan mudah, dan berpotensi mendekati 13 jam.

Angka itu masih di bawah pemimpin kelasnya. Namun, ada satu variabel yang bisa mengubah segalanya: efisiensi chip.

A20 Pro: Senjata Rahasia di Balik Layar Ganda

Pengalaman menguji berbagai ponsel lipat menunjukkan bahwa daya tahan tidak melulu soal kapasitas. Faktor terbesar justru ada pada efisiensi komponen di dalamnya. Di sinilah bocoran A20 Pro menjadi krusial—chip ini disebut dibangun di atas arsitektur TSMC 2nm, lompatan generasi yang dinanti sejak lama.

Pindah ke node 2nm bukan sekadar soal kenaikan performa. Yang lebih penting, konsumsi daya harusnya turun drastis di semua lini. Keunggulan ini menjadi kunci untuk menyeimbangkan kebutuhan daya dua layar iPhone Ultra yang notabene haus energi.

Jika Apple mampu mengoptimalkan distribusi daya ke komponen-komponen kunci, jarak 1,5–2 jam dengan kompetitor bisa tertutup. Menyamai catatan 14+ jam dari rival lipat mungkin terdengar mustahil dengan sel 4.883 mAh, tetapi lompatan efisiensi dari arsitektur 2nm adalah satu-satunya cara logis untuk mendekati angka tersebut.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Anda Menabung

Perlu ditegaskan, seluruh data di atas masih berstatus bocoran dan belum dikonfirmasi Apple. Belum ada kepastian soal harga, tanggal rilis, maupun spesifikasi final. Satu hal yang jelas: jika Apple nekat membanderol iPhone Ultra dengan harga premium—kemungkinan di atas Rp 30 juta—tanpa daya tahan yang bisa diandalkan untuk pemakaian seharian penuh, reputasi "baterai awet" yang selama ini melekat pada iPhone bisa menjadi sorotan tajam.

Keputusan untuk tidak memakai silikon-karbon memang berisiko. Tetapi bila A20 Pro benar-benar seefisien yang dirumorkan, keputusan ini bisa jadi langkah berani yang justru memaksa kompetitor mengejar dari belakang.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: tomsguide.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top