Startup Robotika XDOF Dikabarkan Raup Pendanaan Seri B, Valuasi Capai Rp 19,8 Triliun

Penulis: Ridwan Azhari  •  Sabtu, 05 September 2026 | 13:37:01 WIB
Robotika XDOF dikabarkan meraih pendanaan Seri B dengan valuasi mencapai Rp 19,8 triliun.

KEPULAUAN RIAU — Kabar ini mengejutkan karena XDOF sebenarnya tidak berencana menggalang dana lagi dalam waktu dekat. Pendanaan Seri A senilai US$ 70 juta (sekitar Rp 1,15 triliun) baru saja diumumkan pada Juni lalu dengan dukungan Thrive Capital, Andreessen Horowitz, Lux, dan Spark Capital.

Namun, pertumbuhan pendapatan tahunan perusahaan yang mendekati US$ 50 juta (sekitar Rp 825 miliar) membuat para investor justru mendekati XDOF lebih dulu. Meski demikian, jumlah total dana yang dihimpun dan detail valuasi masih bisa berubah karena kesepakatan belum final.

Apa yang Sebenarnya Dikerjakan XDOF?

XDOF dibangun untuk menjadi "rantai pasok data" bagi industri robotika. Perusahaan ini menyediakan infrastruktur pengumpulan data, perangkat, dan sistem anotasi yang sulit dibuat sendiri oleh laboratorium AI dan perusahaan robotik.

Pendirinya, Philipp Wu (CEO) dan Fred Shentu (CTO), adalah peneliti dari UC Berkeley. Sejak 2024, mereka mengembangkan proyek bernama GELLO, sistem teleoperasi berbiaya rendah yang memungkinkan operator manusia mengendalikan lengan robot dari jarak jauh untuk menghasilkan data pelatihan. Riset ini menjadi fondasi berdirinya XDOF.

Mengapa Data Robot Lebih Sulit Dikumpulkan daripada Data AI Teks?

Model bahasa besar (LLM) seperti ChatGPT bisa dilatih menggunakan data dari seluruh internet. Robot fisik tidak punya "internet" sendiri—tidak ada kumpulan data dunia nyata yang siap pakai untuk mengajarkan mereka melakukan tugas sehari-hari.

Kekosongan inilah yang membuat pengumpulan data menjadi hambatan terbesar dalam membangun robot serba guna. XDOF menjembatani celah tersebut dengan dua metode: operator jarak jauh yang mengendalikan robot untuk merekam gerakan, dan kolektor data yang memakai sensor tubuh untuk merekam aktivitas harian seperti melipat pakaian atau merapikan kardus.

Kolaborasi dengan UC Berkeley dan Rencana Ekspansi

XDOF saat ini bermitra dengan AI Research Lab UC Berkeley untuk merilis ABC, kumpulan data pelatihan robot berkualitas tinggi yang diklaim sebagai yang terbesar yang pernah dirakit. Perusahaan juga berencana merekrut dan melatih tim kolektor data di seluruh dunia, termasuk operator teleoperasi dan operator egosentris yang memakai sensor tubuh.

Posisi XDOF di pasar kerap disamakan dengan Scale AI atau Mercor untuk robotika fisik—perusahaan pelabelan data yang menjadi tulang punggung ledakan AI. Sejak Juni, XDOF mengaku telah bekerja sama dengan 20 pelanggan, termasuk beberapa laboratorium AI terdepan.

Di ranah kompetitor, sejumlah startup seperti Mecka AI juga mencoba mengumpulkan data dunia nyata untuk pelatihan robot, bersama platform data manusia seperti Scale AI dan Micro1 yang mulai melebarkan fokus di luar LLM.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top