Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen pada Triwulan II 2026, Tertinggi Ketiga se-Kepri dan Lampaui Capaian Nasional

Penulis: Fadhli Usman  •  Selasa, 08 September 2026 | 05:46:31 WIB
Petugas menunjukkan data pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai 7,28 persen pada Triwulan II 2026.

BATAM — Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat laju pertumbuhan ekonomi kota mencapai 7,28 persen (year-on-year) pada Triwulan II 2026. Realisasi ini menempatkan Batam di deretan tiga daerah dengan pertumbuhan tertinggi di Kepulauan Riau, sekaligus melampaui rata-rata provinsi yang berada di angka 6,99 persen dan nasional 5,29 persen.

Performa itu ditopang penguatan industri pengolahan, investasi, perdagangan, serta jasa. Sektor-sektor tersebut menjadi penyumbang utama aktivitas ekonomi di kota berstatus kawasan perdagangan bebas ini.

Kepercayaan Investor Jadi Kunci Momentum

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan capaian tersebut merefleksikan kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi lokal. Menurut dia, momentum ini tidak boleh disia-siakan dan harus dijaga lewat perbaikan tata kelola serta pelayanan yang efisien.

“Pertumbuhan 7,28 persen ini adalah buah dari kerja keras bersama. Tugas kita selanjutnya adalah menjaga konsistensi melalui pelayanan publik yang cepat, penyediaan infrastruktur yang makin mantap, serta penciptaan iklim investasi yang kompetitif,” ujar Amsakar dalam keterangan yang diterima Redaksi.

Target Investasi: Tak Cukup Sekadar Komitmen di Atas Kertas

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis menekankan bahwa keberhasilan investasi tidak diukur dari nominal modal semata. Parameter utamanya adalah kecepatan realisasi proyek dan daya serap tenaga kerja lokal.

“Investasi tidak boleh berhenti pada komitmen di atas kertas. Komitmen harus menjadi proyek nyata, proyek mendorong kegiatan produksi, dan produksi menyerap tenaga kerja,” tegas Fary.

Ke depan, BP Batam memfokuskan diri pada sektor manufaktur maju, pusat data, industri digital, energi terbarukan, dan logistik. Langkah ini diambil untuk mengarahkan Batam menjadi pusat industri serta ekonomi digital terkemuka di Asia Tenggara.

Pertumbuhan Inklusif Jadi Pekerjaan Rumah Berikutnya

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengingatkan agar laju ekonomi yang tinggi berbanding lurus dengan kualitas hidup warga. Ia menyebut pembenahan layanan dasar tetap menjadi prioritas, mencakup ketersediaan air bersih, transportasi umum, dan infrastruktur perkotaan.

“Pertumbuhan ekonomi yang sehat adalah pertumbuhan yang inklusif mampu membuka lapangan kerja baru, memperluas peluang usaha rakyat, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh sebab itu, pembenahan layanan dasar seperti ketersediaan air bersih, moda transportasi, dan infrastruktur perkotaan tetap menjadi prioritas utama,” jelas Li.

Posisi Batam sebagai penggerak ekonomi Kepri kian menguat seiring masuknya realisasi proyek-proyek strategis di kawasan tersebut. Para pejabat BP Batam berkomitmen mempercepat realisasi investasi agar dampaknya terasa langsung oleh masyarakat.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: koranbatam.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top