BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam memprakirakan seluruh wilayah Kepulauan Riau (Kepri) pada Selasa (8/9) didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan tanpa potensi hujan. Minimnya pembentukan awan dipicu kelembaban udara lapisan atas yang rendah serta kecepatan angin yang cukup kuat di sekitar wilayah Kepri.
BATAM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam memprakirakan cuaca di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Selasa (8/9) secara umum didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan, belum terdeteksi potensi hujan.
Tidak adanya potensi hujan ini terjadi hampir merata di seluruh kabupaten dan kota di Kepri. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh minimnya suplai uap air di lapisan atmosfer.
BMKG menjelaskan bahwa kelembaban udara lapisan atas yang relatif rendah serta kecepatan angin yang cukup kuat di sekitar wilayah Kepulauan Riau menjadi pemicu utama minimnya pembentukan awan. Kondisi ini menyebabkan kurangnya pasokan uap air yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan awan hujan.
Dengan minimnya tutupan awan hujan, masyarakat tetap bisa beraktivitas di luar ruangan. Namun, intensitas sinar matahari pada siang hari perlu diwaspadai karena dapat terasa menyengat.
Berdasarkan data prakiraan cuaca BMKG, suhu udara di seluruh wilayah Kepri tergolong merata dengan rentang berkisar antara 24 hingga 32 derajat Celsius. Suhu terendah tercatat di Kabupaten Bintan mulai 24 derajat Celsius, sedangkan daerah lainnya didominasi batas suhu minimum 26 hingga 28 derajat Celsius.
Perbedaan suhu yang tidak terlalu ekstrem antarwilayah ini membuat kondisi udara di Kepri terasa relatif sama, dari pesisir hingga kepulauan terluar.
Kondisi cuaca cerah juga diprakirakan terjadi pada malam hari di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Karimun. Sementara itu, wilayah lainnya konsisten cerah berawan sepanjang hari.
Bagi warga yang berencana beraktivitas pada malam hari di dua daerah tersebut, BMKG tidak memberikan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem.
Kecepatan angin di wilayah Kepri bertiup dari arah Tenggara, Timur, hingga Selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 22 kilometer per jam di Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, dan Lingga. Angin dengan kecepatan tersebut masih berada dalam kategori normal dan tidak berpotensi menimbulkan gelombang tinggi di perairan.
Masyarakat pesisir dan nelayan yang hendak melaut tetap diimbau memantau perkembangan prakiraan cuaca dari kanal resmi BMKG sebelum berangkat.