KEPULAUAN RIAU — Kegiatan ini bukan sekadar seremonial penyerahan apresiasi. PLN membuka ruang dialog interaktif untuk menyerap masukan, pengalaman, dan kebutuhan energi masyarakat langsung dari lapangan. Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi peningkatan mutu layanan ke depan.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyebut HPN sebagai momentum memperkuat silaturahmi sekaligus memastikan transformasi pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat. Ia menegaskan kepercayaan pelanggan adalah fondasi yang harus dijaga.
"Hari Pelanggan Nasional bukan sekadar perayaan seremonial tahunan, melainkan komitmen moral kami untuk hadir lebih dekat dan melayani dengan sepenuh hati. Di balik setiap aliran listrik yang menerangi rumah, menggerakkan roda perekonomian, hingga mendukung pelayanan publik di wilayah Suluttenggo, terdapat kepercayaan besar pelanggan yang harus senantiasa kita jaga," tegas Usman.
Menurutnya, akselerasi transformasi digital lewat aplikasi PLN Mobile telah mengubah cara perusahaan berinteraksi dengan pelanggan. Masyarakat kini bisa mengakses seluruh layanan kelistrikan secara transparan, mudah, dan terukur dari mana saja.
Kepercayaan masyarakat tercermin dari pertumbuhan jumlah pelanggan PLN UID Suluttenggo yang menembus lebih dari 2,38 juta hingga Agustus 2026. Komposisinya didominasi sektor rumah tangga (Tarif R) sebanyak 2.221.743 pelanggan.
Sektor bisnis (Tarif B) menyusul dengan 80.274 pelanggan, disusul sektor sosial (Tarif S) 63.343 pelanggan, sektor pemerintah (Tarif P) 18.585 pelanggan, dan sektor industri (Tarif I) 1.731 pelanggan. Keandalan pasokan listrik ini menopang berbagai lini kehidupan di tiga provinsi.
Selain kemudahan akses digital, PLN UID Suluttenggo memprioritaskan keandalan infrastruktur jaringan di seluruh bentang wilayah Suluttenggo. Pemeliharaan berkala tanpa padam, pembaruan sistem proteksi, dan penguatan pasokan daya di titik-titik pertumbuhan ekonomi baru menjadi fokus utama.
Langkah itu ditempuh untuk meminimalkan potensi gangguan dan menjamin ketersediaan listrik yang berkelanjutan. Pasalnya, gangguan pasokan di wilayah dengan geografi berbukit dan tersebar seperti Suluttenggo berdampak langsung pada aktivitas warga dan dunia usaha.
Ke depan, PLN UID Suluttenggo menjadikan setiap aspirasi dan masukan pelanggan sebagai kompas utama penyusunan strategi pelayanan yang lebih adaptif, modern, dan berintegritas. Kepuasan pelanggan diklaim sebagai salah satu tolok ukur tertinggi keberhasilan perusahaan.
Bagi pelanggan di wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo, arah kebijakan ini menentukan seberapa cepat keluhan ditangani dan seberapa stabil pasokan listrik ke rumah maupun usaha mereka. Di sisi lain, pertumbuhan basis pelanggan yang terus naik menjadi indikator bahwa permintaan energi di kawasan ini belum menunjukkan tanda melambat.