KEPULAUAN RIAU — Manado — PLN Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kotamobagu menggelar rangkaian kunjungan silaturahmi dan dialog dengan pemangku kepentingan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara. Agenda ini menyasar jajaran Pemkab Boltim, manajemen RSUD Boltim, hingga PT Brantas Abipraya selaku kontraktor pelaksana pembangunan rumah sakit daerah tersebut.
General Manager PLN UID Suluttenggo Usman Bangun menyatakan komitmen perusahaan untuk menghadirkan pelayanan listrik yang andal dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. Menurutnya, keandalan pasokan listrik bagi fasilitas publik dan proyek strategis daerah menjadi prioritas utama PLN di seluruh wilayah kerjanya.
Fokus pada RSUD Boltim yang Butuh Listrik Tanpa Henti
Dalam pertemuan teknis bersama manajemen RSUD Boltim dan PT Brantas Abipraya, PLN membahas secara mendalam kebutuhan daya serta keandalan listrik yang diperlukan. Pembahasan mencakup tahap konstruksi hingga kesiapan operasional penuh rumah sakit nantinya.
Penyiapan skema kelistrikan dinilai krusial karena rumah sakit merupakan fasilitas kesehatan vital yang membutuhkan pasokan listrik tanpa henti alias zero down time. PLN memastikan infrastruktur pendukung disiapkan secara presisi sejak awal agar tidak ada kendala saat RSUD mulai beroperasi.
"Kami pastikan PLN siap mendukung penuh pembangunan infrastruktur daerah di Bolaang Mongondow Timur, khususnya fasilitas pelayanan publik seperti RSUD," kata Usman. "Pasokan listrik yang andal, efisien, dan berkelanjutan adalah komitmen kami untuk mendorong kualitas hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah."
Hari Pelanggan Nasional Jadi Momentum Turun ke Lapangan
Manager PLN UP3 Kotamobagu Ade Arrang Malle Mantiri menyebut momen Hari Pelanggan Nasional dimanfaatkan untuk turun langsung mendengarkan kebutuhan nyata pelanggan di lapangan. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi intensif sejak dini memungkinkan PLN memetakan kebutuhan kelistrikan secara presisi.
Ade menambahkan, sinergi solid antara PLN, pemerintah daerah, pengelola fasilitas umum, dan mitra kerja menjadi kunci pelayanan kelistrikan yang responsif terhadap dinamika pembangunan daerah. Pendekatan ini juga memastikan setiap proyek strategis mendapat dukungan infrastruktur yang tepat.
Apresiasi dari Pengelola RSUD
Direktur RSUD Bolaang Mongondow Timur, dr Randya Permadi, mengapresiasi langkah proaktif PLN UP3 Kotamobagu. Ia menilai kepastian dan keandalan pasokan listrik merupakan pilar vital dalam keberhasilan pembangunan serta operasional fasilitas kesehatan.
"Koordinasi sejak awal ini memberikan kepastian bahwa RSUD Boltim dapat melayani masyarakat secara maksimal tanpa kendala kelistrikan," kata Randya.
Langkah PLN UP3 Kotamobagu mencerminkan pola kerja yang menempatkan kesiapan infrastruktur sebagai bagian dari perencanaan proyek daerah, bukan pelengkap di akhir. Bagi warga Boltim, kepastian listrik di RSUD berarti akses layanan kesehatan yang lebih terjamin begitu fasilitas tersebut resmi beroperasi.