Bupati Karimun Buka Gerakan Wisata Bersih Serentak se-Kepri, Libatkan 150 Relawan Pariwisata

Penulis: Fadhli Usman  •  Senin, 28 September 2026 | 15:46:32 WIB
Bupati Karimun membuka Gerakan Wisata Bersih serentak se-Kepulauan Riau.

KARIMUN — Pemkab Karimun melalui Dinas Pariwisata menggelar aksi pelestarian lingkungan bertajuk Gerakan Wisata Bersih (GWB) yang berlangsung serentak di seluruh Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan ini dirangkai dengan peringatan World Tourism Day atau Hari Pariwisata Sedunia 2026.

Bupati Karimun secara resmi membuka gerakan tersebut. Aksi ini melibatkan perwakilan instansi pemerintah, pelajar, dan 150 Tourism Volunteers atau relawan pariwisata.

Menurut Pemkab Karimun, gerakan ini menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan kesadaran kolektif soal pentingnya kebersihan kawasan pesisir. Kebersihan pesisir dinilai menentukan keberlanjutan sektor pariwisata di daerah itu.

Ancaman Sampah Plastik ke Ekosistem Laut Karimun

Dalam arahannya, Bupati Karimun menegaskan bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Ia secara khusus menyoroti ancaman pencemaran sampah plastik yang berdampak buruk pada kelestarian ekosistem laut.

"Masalah sampah jika tidak kita kelola dengan baik akan menjadi musibah dan bencana. Indonesia diperkirakan menghasilkan jutaan ton sampah yang bermuara ke laut. Karena wilayah kita dominan laut, kita harus betul-betul menjaga kebersihan. Laut adalah rumah kita," tegas Bupati.

Tiga Instruksi Bupati: Sempadan Pantai hingga Daur Ulang

Untuk mewujudkan pariwisata yang bersih dan berkelanjutan, Bupati menginstruksikan tiga langkah strategis kepada jajaran terkait dan masyarakat:

  • Penataan kawasan pesisir dan pantai. Penekanan pada kepatuhan aturan jarak sempadan pantai, yakni pembatasan pembangunan minimal 100 meter hingga 1 kilometer dari garis pantai. Aturan ini penting untuk menjaga tata ruang dan memastikan pantai tetap menjadi ruang publik milik bersama.
  • Pengelolaan sampah berbasis komunitas RT/RW. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diminta memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu di tingkat RT/RW. Langkah ini dinilai efektif mengurangi volume beban sampah di hilir sekaligus menekan dampak lingkungan.
  • Inovasi daur ulang dan ekonomi sirkular. Pelajar dan generasi muda diajak kreatif mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai guna dan ekonomis, seperti bahan bakar alternatif, paving block, hingga pupuk kompos cair.

Ajakan Mulai dari Lingkungan Rumah Sendiri

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil peran aktif mulai dari lingkup terkecil.

"Mari kita mulai dari diri kita sendiri dan lingkungan rumah kita. Tetap semangat menjaga kebersihan lingkungan," tutupnya.

Gerakan Wisata Bersih di Karimun menjadi bagian dari rangkaian kegiatan serentak yang digelar di seluruh wilayah Kepri pada peringatan Hari Pariwisata Sedunia 2026.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: rasio.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top