KARIMUN — Pemkab Karimun melalui Dinas Pariwisata menggelar aksi pelestarian lingkungan bertajuk Gerakan Wisata Bersih (GWB) yang berlangsung serentak di seluruh Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan ini dirangkai dengan peringatan World Tourism Day atau Hari Pariwisata Sedunia 2026.
Bupati Karimun secara resmi membuka gerakan tersebut. Aksi ini melibatkan perwakilan instansi pemerintah, pelajar, dan 150 Tourism Volunteers atau relawan pariwisata.
Menurut Pemkab Karimun, gerakan ini menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan kesadaran kolektif soal pentingnya kebersihan kawasan pesisir. Kebersihan pesisir dinilai menentukan keberlanjutan sektor pariwisata di daerah itu.
Dalam arahannya, Bupati Karimun menegaskan bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Ia secara khusus menyoroti ancaman pencemaran sampah plastik yang berdampak buruk pada kelestarian ekosistem laut.
"Masalah sampah jika tidak kita kelola dengan baik akan menjadi musibah dan bencana. Indonesia diperkirakan menghasilkan jutaan ton sampah yang bermuara ke laut. Karena wilayah kita dominan laut, kita harus betul-betul menjaga kebersihan. Laut adalah rumah kita," tegas Bupati.
Untuk mewujudkan pariwisata yang bersih dan berkelanjutan, Bupati menginstruksikan tiga langkah strategis kepada jajaran terkait dan masyarakat:
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil peran aktif mulai dari lingkup terkecil.
"Mari kita mulai dari diri kita sendiri dan lingkungan rumah kita. Tetap semangat menjaga kebersihan lingkungan," tutupnya.
Gerakan Wisata Bersih di Karimun menjadi bagian dari rangkaian kegiatan serentak yang digelar di seluruh wilayah Kepri pada peringatan Hari Pariwisata Sedunia 2026.