Pencarian

WOM Finance Ungkap Tantangan dan Strategi Pembiayaan Modal Kerja

Kamis, 08 Januari 2026 • 20:46:00 WIB
WOM Finance Ungkap Tantangan dan Strategi Pembiayaan Modal Kerja
WOM Finance Ungkap Tantangan dan Strategi Pembiayaan Modal Kerja

JAKARTA - Dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berubah, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOM Finance) mengungkapkan sejumlah tantangan utama dalam penyaluran pembiayaan modal kerja pada 2026. 

Faktor ketahanan arus kas debitur, sensitivitas terhadap perubahan suku bunga, dan biaya pendanaan menjadi perhatian utama perusahaan multifinance ini. 

Meski demikian, WOM Finance optimistis pembiayaan modal kerja tetap memiliki prospek yang positif dan menjadi pilar penting dalam pertumbuhan industri multifinance.

WOM Finance dan Tantangan Pembiayaan Modal Kerja

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk., yang dikenal luas dengan merek WOM Finance, menjadi salah satu pemain kunci dalam industri pembiayaan di Indonesia. 

Direktur Keuangan WOM Finance, Cincin Lisa Hadi, menyampaikan secara terbuka mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam penyaluran pembiayaan modal kerja.

Tantangan-tantangan tersebut tidak hanya bersifat internal, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor eksternal yang meliputi kondisi ekonomi nasional dan global.

Salah satu tantangan utama adalah ketahanan arus kas para debitur. Dalam kondisi ekonomi yang fluktuatif, beberapa pelaku usaha mengalami tekanan dalam menjaga stabilitas keuangan mereka, yang berdampak pada kemampuan membayar kewajiban pembiayaan. 

Selain itu, dinamika usaha yang sangat tergantung pada kondisi ekonomi juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan secara serius.

Sensitivitas terhadap perubahan suku bunga dan biaya pendanaan juga menjadi tantangan tersendiri. Perubahan suku bunga acuan oleh otoritas moneter dapat secara langsung mempengaruhi biaya pinjaman bagi debitur dan perusahaan pembiayaan. 

Oleh karena itu, WOM Finance secara cermat melakukan analisis dan penyesuaian strategi agar tetap mampu memberikan layanan pembiayaan yang kompetitif dan sehat.

Strategi WOM Finance Menghadapi Tantangan

Menanggapi tantangan tersebut, WOM Finance menerapkan sejumlah strategi yang terukur dan berkelanjutan. 

Salah satunya adalah melakukan analisis pembiayaan secara selektif dengan memperhatikan profil risiko debitur dan karakteristik usaha yang dibiayai. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko gagal bayar sekaligus menjaga kualitas portofolio pembiayaan.

Pemantauan portofolio yang berkelanjutan menjadi langkah penting untuk memastikan performa kredit tetap terjaga dan ada tindakan cepat jika terdapat potensi risiko.

Di samping itu, penyesuaian strategi penyaluran dan pricing dilakukan agar tetap kompetitif di pasar sekaligus menjaga kesehatan keuangan perusahaan.

Prospek Positif Pembiayaan Modal Kerja pada 2026

Meskipun tantangan cukup kompleks, WOM Finance tetap optimis terhadap prospek pembiayaan modal kerja pada tahun 2026. Cincin Lisa Hadi menegaskan bahwa pembiayaan modal kerja cenderung lebih stabil dibandingkan segmen konsumtif yang biasanya lebih volatil. 

Oleh karena itu, pembiayaan modal kerja dipandang sebagai pilar yang penting untuk mendukung pertumbuhan industri multifinance secara berkelanjutan.

Pembiayaan modal kerja dianggap sebagai salah satu motor utama dalam mendukung pelaku usaha, terutama UMKM yang memerlukan likuiditas untuk menjaga operasional dan memperluas bisnis. 

Dalam portofolio WOM Finance, kontribusi pembiayaan modal kerja tercatat lebih dari 19%, mencerminkan peran signifikan segmen ini.

Fokus pada Sektor UMKM dan Pembiayaan Produktif

WOM Finance menaruh perhatian khusus pada sektor UMKM yang dianggap memiliki kebutuhan likuiditas jelas dan perputaran bisnis yang relatif stabil. Pendekatan ini membantu perusahaan dalam meminimalisir risiko sekaligus memastikan pembiayaan disalurkan kepada pelaku usaha yang memiliki prospek usaha baik.

Untuk 2026, WOM Finance menargetkan pembiayaan modal kerja memberikan kontribusi lebih dari 18% terhadap total portofolio.

 Target ini akan dicapai melalui berbagai strategi, antara lain optimalisasi produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar, penguatan jaringan distribusi, serta pengelolaan risiko yang disiplin.

Dukungan Regulasi dan Pandangan OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengamini pentingnya pembiayaan modal kerja sebagai tulang punggung pertumbuhan industri multifinance. 

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyatakan bahwa pembiayaan modal kerja menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat, yaitu 9,28% year on year per Oktober 2025. 

Nilai pembiayaan modal kerja tercatat sebesar Rp53,19 triliun, sekitar 10,53% dari total piutang pembiayaan industri multifinance.

Menjaga Keseimbangan antara Risiko dan Pertumbuhan

Menyikapi tantangan dan peluang, WOM Finance menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara mendorong pertumbuhan pembiayaan dan memitigasi risiko.

Dengan analisis risiko yang selektif dan strategi yang adaptif, perusahaan optimis dapat terus berkontribusi positif bagi sektor pembiayaan modal kerja.

WOM Finance tidak hanya berperan sebagai fasilitator modal bagi pelaku usaha, tetapi juga sebagai motor penggerak perekonomian melalui pembiayaan produktif.

Sinergi antara kebijakan internal perusahaan dan regulasi OJK diyakini akan memperkuat stabilitas dan pertumbuhan industri multifinance ke depan.

Bagikan
Sumber: Internet

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks