LINGGA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Direktorat Meteorologi Maritim mengeluarkan peringatan dini cuaca dan kondisi gelombang laut di wilayah Perairan Kepulauan Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, pada Minggu, 11 Januari 2026.
Peringatan tersebut menyusul munculnya laporan serta video yang beredar di masyarakat terkait genangan banjir rob di sejumlah kawasan Kabupaten Lingga. Wilayah Pulau Singkep menjadi salah satu daerah yang terdampak, dengan air laut pasang mulai merambah ke area permukiman warga.
Berdasarkan prakiraan cuaca perairan yang berlaku mulai 11 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 14 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, BMKG menyebutkan kondisi cuaca di perairan Kepulauan Lingga umumnya didominasi langit berawan tebal disertai potensi hujan ringan.
BMKG juga mencatat angin bertiup dari arah utara dengan kecepatan rata-rata 15 hingga 16 knot. Pada waktu tertentu, kecepatan hembusan angin dapat meningkat hingga mencapai 30 sampai 32 knot, yang berpotensi memengaruhi kondisi perairan.
Dampak dari pola angin tersebut menyebabkan tinggi gelombang laut berada pada kisaran 1,6 hingga 1,7 meter, yang masuk dalam kategori gelombang sedang. Selain itu, arus laut terpantau bergerak dominan ke arah selatan dengan kecepatan antara 44 hingga 58 sentimeter per detik. Pada siang hingga sore hari, arah arus sesekali berubah menuju barat daya.
Sementara itu, suhu udara di wilayah perairan Kepulauan Lingga diprakirakan berada di rentang 27 hingga 28 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan relatif mencapai 71 hingga 75 persen.
Atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau nelayan, operator kapal kecil, serta pengguna transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi gelombang sedang dinilai dapat membahayakan aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal berukuran kecil.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar selalu memantau perkembangan informasi cuaca maritim terbaru serta mengikuti arahan dari otoritas setempat demi keselamatan bersama.