Pencarian

Rupiah Tembus Rp 17.864 per Dolar AS, Simak Kurs di BCA, Mandiri, dan BNI Hari Ini

Selasa, 02 Juni 2026 • 11:28:01 WIB
Rupiah Tembus Rp 17.864 per Dolar AS, Simak Kurs di BCA, Mandiri, dan BNI Hari Ini
Rupiah melemah ke posisi Rp 17.864 per dolar AS pada pembukaan perdagangan hari ini.

KEPULAUAN RIAU — Tekanan terhadap rupiah masih berlanjut di sesi awal perdagangan hari ini. Berdasarkan data pasar, rupiah dibuka melemah 0,33 persen ke level Rp 17.864 per dolar AS pada pukul 09.38 WIB. Pergerakan ini menunjukkan dolar AS masih perkasa di hadapan mata uang Garuda, meskipun IHSG mencatatkan penguatan.

Kurs di Tiga Bank Besar: BCA, Mandiri, dan BNI

Bagi pelaku usaha dan investor yang hendak melakukan transaksi valuta asing, berikut kurs jual dan beli dolar AS di tiga bank nasional per pukul 09.38 WIB. Perlu dicatat, harga ini dapat berubah sewaktu-waktu selama proses transaksi berlangsung.

Bank Central Asia (BCA) menawarkan beberapa kategori kurs. Untuk transaksi melalui e-Banking, e-Rate BCA dipatok di level beli Rp 17.878 dan jual Rp 17.898 per dolar AS. Sementara itu, untuk transaksi tunai di kantor cabang (TT Counter dan Bank Notes), BCA memasang harga beli Rp 17.690 dan jual Rp 17.940 per dolar AS. BCA juga menyediakan Special Rate untuk nasabah dengan transaksi nominal tertentu, dengan kurs beli Rp 17.865 dan jual Rp 17.895.

Bank Mandiri (BMRI) menawarkan skema kurs yang sedikit berbeda. Untuk transaksi TT Counter, Mandiri mematok harga beli Rp 17.640 dan jual Rp 17.940 per dolar AS. Sementara untuk Bank Notes, harga beli berada di Rp 17.625 dan jual Rp 17.925 per dolar AS. Khusus nasabah dengan transaksi di atas 25.000 dolar AS, disarankan menghubungi cabang untuk mendapatkan kurs indikasi terbaru.

Bank Negara Indonesia (BBNI) juga ikut menyesuaikan harga. Informasi kurs BNI per hari ini dapat diakses langsung melalui aplikasi atau cabang terdekat. Ketiga bank ini menegaskan bahwa kurs yang dikenakan adalah kurs pada tanggal efektif transaksi.

Mengapa Rupiah Masih Tertekan?

Pelemahan rupiah pagi ini terjadi di tengah sentimen global yang masih mendominasi. Penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama Asia, termasuk rupiah, menjadi faktor utama. Meski IHSG mencatatkan penguatan ke level 6.217, pergerakan indeks saham dan nilai tukar kerap tidak searah dalam jangka pendek.

Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini. Stabilitas rupiah menjadi perhatian utama, terutama bagi perusahaan yang memiliki eksposur utang dalam dolar atau ketergantungan pada impor bahan baku.

Apa yang Perlu Dicermati Investor?

Bagi investor dan pelaku bisnis, fluktuasi kurs harian ini penting untuk dicermati, terutama dalam perencanaan arus kas dan lindung nilai (hedging). Selisih antara kurs beli dan jual di perbankan yang mencapai lebih dari Rp 200 menandakan spread yang cukup lebar, sehingga pemilihan waktu dan jenis transaksi menjadi krusial.

Untuk transaksi dengan nominal besar, menghubungi cabang bank terlebih dahulu untuk mendapatkan special rate bisa menjadi langkah bijak. Sementara itu, pasar akan terus memantau pergerakan rupiah pada sesi berikutnya, dengan support psikologis di level Rp 17.900 per dolar AS.

Bagikan
Sumber: money.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks