KEPULAUAN RIAU — Bantuan tersebut didistribusikan ke Desa Matutuang, Desa Kawio, dan Desa Marore. Ketiganya merupakan wilayah kepulauan terluar yang aksesnya paling menantang pascabencana. General Manager PLN Unit Induk Distribusi Suluttenggo, Usman Bangun, mengatakan penyaluran ini merupakan wujud nyata dari nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua dan kelima.
“Kami di PLN tidak hanya berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah kepulauan terluar seperti Sangihe yang aksesnya menantang pascabencana,” ujar Usman dalam keterangan resmi.
Tim Teknis Siaga 24 Jam, Jaringan Listrik Dipulihkan
Paralel dengan distribusi logistik, tim teknis PLN di lapangan terus bersiaga penuh untuk memulihkan infrastruktur kelistrikan yang sempat terganggu. Menurut Usman, percepatan normalisasi ini penting agar aktivitas perekonomian dan pelayanan publik di Kepulauan Sangihe bisa kembali berjalan.
Manager PLN UP3 Tahuna, RM Dimas Adhi Prabowo, menambahkan bahwa momentum Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bagi jajarannya untuk menghadirkan manfaat nyata di kondisi darurat. “Melalui bantuan yang kami bawa langsung ke pulau-pulau terluar ini, kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi serta mempercepat proses pemulihan psikologis dan fisik kehidupan mereka,” jelas Dimas.
Sinergi dengan BPBD Sangihe untuk Tepat Sasaran
Dalam proses distribusinya, PLN UP3 Tahuna berkoordinasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sinergi lintas instansi ini krusial untuk memitigasi hambatan geografis dan memastikan bantuan sampai sesuai kebutuhan riil masyarakat.
Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu C.C. Labesi, S.Sos, memberikan apresiasi atas respons cepat PLN. “Bantuan logistik ini sangat berarti bagi warga kami yang sedang menjalani masa pemulihan di tenda-tenda darurat. Kehadiran PLN sangat luar biasa; tidak hanya sigap memulihkan jaringan listrik yang rusak akibat gempa, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan,” ungkap Wandu.
Melalui aksi ini, PLN menegaskan perannya sebagai BUMN yang tidak hanya berfokus pada operasional kelistrikan, tetapi juga memikul tanggung jawab sosial besar untuk hadir di tengah masa sulit masyarakat kepulauan terluar Indonesia.