Pencarian

Take-Two Perintahkan Discord dan Microsoft Bongkar Identitas Pembocor GTA VI

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 08:34:01 WIB
Take-Two Perintahkan Discord dan Microsoft Bongkar Identitas Pembocor GTA VI
Take-Two Interactive mengajukan permohonan pengadilan untuk memaksa Microsoft dan Discord menyerahkan data pengguna terkait kebocoran video GTA VI.

KEPULAUAN RIAU — Take-Two Interactive, perusahaan induk pengembang Rockstar Games, resmi meminta bantuan pengadilan untuk melacak pihak yang bertanggung jawab atas kebocoran video Grand Theft Auto VI (GTA VI). Berdasarkan laporan Kotaku, perusahaan mengajukan dua petisi subpoena di Pengadilan Distrik Selatan New York untuk memaksa Microsoft dan Discord menyerahkan data pengguna yang diduga terkait dengan kebocoran tersebut.

Langkah ini diambil setelah video gameplay GTA VI mulai tersebar di media sosial pada 18 Agustus. Take-Two bergerak cepat dengan mengirimkan permintaan penghapusan konten, namun kebocoran tetap meluas hingga memunculkan indikasi bahwa pelaku memiliki akses ke build game yang dapat dimainkan.

Data Apa yang Diminta Take-Two dari Microsoft dan Discord?

Untuk Microsoft, Take-Two meminta informasi terkait repositori GitHub yang diduga menyimpan materi berhak cipta miliknya, termasuk konten audiovisual, karya seni, gambar, dialog, dan elemen kreatif lainnya. Perusahaan secara spesifik meminta catatan bisnis dan investigasi internal Microsoft terkait persona yang disebut "cyberleek".

Sementara itu, untuk Discord, Take-Two meminta data identitas lengkap dari beberapa akun dan server. Akun yang menjadi target antara lain CYBERLEEK, CINEMATICROCKSTAR, dan Surfer24k, serta server Discord milik kreator konten GTA V DarkViperAU dan server bernama !Odyssey.

Informasi yang diminta mencakup nama lengkap, nomor telepon, akun tertaut, serta konten apa pun yang dibagikan terkait Grand Theft Auto, Rockstar, atau Cyberleek. Ini adalah upaya paling agresif dari Take-Two untuk menghentikan kebocoran yang terus berulang.

Kronologi Kebocoran dan Dampaknya

Kebocoran video GTA VI pekan ini bukan yang pertama. Pada 2022, seorang remaja berusia 18 tahun yang merupakan anggota kelompok peretas Lapsus$ membagikan cuplikan game tersebut melalui Amazon Fire TV Stick. Pelaku kemudian dijatuhi hukuman perintah rawat inap di rumah sakit tanpa batas waktu setelah penilaian kesehatan mental menyimpulkan ia tidak dapat menjalani persidangan dan berencana kembali ke dunia kejahatan siber jika dibebaskan.

Kebocoran terbaru ini datang di waktu yang sensitif bagi Rockstar. Sebelum video tersebar, Take-Two dan Rockstar berencana memberikan "cuplikan panjang" GTA VI melalui kerja sama streaming eksklusif dengan Netflix pada 27 Agustus. Kebocoran ini berpotensi mengganggu rencana pemasaran yang telah disusun matang.

Mengapa Take-Two Bertindak Agresif?

GTA VI adalah salah satu game paling dinanti dalam dekade terakhir. Rockstar dikenal sangat tertutup soal pengembangan game-nya, dan setiap kebocoran dianggap merusak elemen kejutan yang menjadi bagian dari strategi pemasaran mereka. Dengan November yang disebut sebagai jendela perilisan, tekanan untuk mengamankan informasi semakin besar.

Langkah hukum ini juga mengirim sinyal jelas kepada komunitas: Take-Two tidak segan menempuh jalur pengadilan untuk melindungi kekayaan intelektualnya. Bagi pengguna Discord dan GitHub, kasus ini menjadi pengingat bahwa aktivitas daring yang melanggar hak cipta bisa berujung pada penyerahan data pribadi ke pihak berwenang.

Hingga berita ini ditulis, baik Microsoft maupun Discord belum memberikan tanggapan resmi terkait permohonan Take-Two. Proses pengadilan akan menentukan apakah kedua perusahaan teknologi tersebut wajib menyerahkan data yang diminta atau mengajukan keberatan.

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks