Pencarian

Microsoft Surface Laptop Ultra Hadirkan Workstation Windows dengan RAM 128GB, Tantang MacBook Pro

Selasa, 02 Juni 2026 • 18:28:43 WIB
Microsoft Surface Laptop Ultra Hadirkan Workstation Windows dengan RAM 128GB, Tantang MacBook Pro
Microsoft Surface Laptop Ultra hadir dengan desain laptop konvensional dan RAM 128GB untuk performa tinggi.

Perangkat ini mengakhiri kebiasaan Microsoft yang selama ini memaksakan faktor bentuk eksperimental pada lini workstation premiumnya. Alih-alih layar yang bisa dilepas seperti Surface Book atau engsel geser ala Surface Laptop Studio, Laptop Ultra tampil sebagai laptop konvensional—hanya saja dengan spesifikasi yang jauh lebih gahar dari saudara-saudaranya yang berbasis Qualcomm Snapdragon.

Dari Hinge Aneh ke Formula Laptop Biasa yang Lebih Bertenaga

Microsoft punya sejarah rumit dengan perangkat high-end. Surface Book hadir dengan layar yang bisa dicopot dan engsel yang tidak bisa menutup rapat—sebuah desain yang disebut pengamat sebagai "bendy-straw hinge". Lalu ada Surface Laptop Studio yang meskipun inovatif, tetap dianggap terlalu gemuk dengan mekanisme layar geser yang membatasi daya tarik massalnya.

Surface Laptop Ultra adalah antitesis dari semua itu. Bentuknya tidak berbeda dari jajaran Surface Laptop biasa: clamshell klasik. Bedanya, di dalamnya tertanam prosesor RTX Spark buatan Nvidia, bukan chip Snapdragon seperti saudara-saudaranya yang lebih murah.

Daya Tampung 128GB untuk Beban Kerja AI dan Kreator

Angka 128GB memori terpadu menjadi daya tarik utama. Kapasitas ini memungkinkan pengguna menjalankan model bahasa besar (LLM) secara lokal atau mengedit video 8K multi-stream tanpa hambatan. Microsoft secara khusus menyebut tiga segmen pengguna: kreator, developer, dan AI builders—pasar yang selama ini didominasi MacBook Pro dengan chip M-series buatan Apple.

Belum ada rincian harga atau varian konfigurasi yang diungkap. Microsoft hanya menyatakan Laptop Ultra akan tersedia "akhir tahun ini." Dengan posisinya di atas jajaran Surface Laptop reguler, kemungkinan besar banderolnya akan jauh di atas Rp 30 juta—bahkan mungkin menembus Rp 50 juta untuk varian tertinggi.

RTX Spark: Chip Arm Microsoft yang Dibuat Nvidia

RTX Spark adalah chip Arm untuk Windows yang dirancang oleh Nvidia. Selain Microsoft, pabrikan seperti Dell, Asus, Lenovo, HP, MSI, Acer, dan Gigabyte juga disebut tengah mengembangkan sistem berbasis chip yang sama. Ini menandai gelombang baru PC Windows dengan arsitektur Arm yang tidak lagi bergantung pada Intel atau AMD—dan dengan akselerasi GPU yang lebih serius dari sekadar grafis terintegrasi biasa.

Namun, Surface Laptop Ultra menjadi yang paling menonjol karena datang langsung dari pembuat Windows. Ini memberi Microsoft kendali penuh atas optimasi perangkat lunak dan perangkat keras—sesuatu yang selama ini menjadi keunggulan Apple dengan ekosistem tertutupnya.

Strategi Baru Microsoft: Tidak Perlu Aneh untuk Bersaing

Keputusan Microsoft untuk merilis laptop workstation dengan desain standar menunjukkan pergeseran strategi yang jelas. Alih-alih memaksa inovasi pada faktor bentuk, perusahaan kini fokus pada inovasi di dalam mesin: chipset, memori, dan kemampuan AI.

Pertanyaan besarnya adalah apakah para kreator dan developer—yang selama bertahun-tahun beralih ke MacBook Pro karena performa dan efisiensi chip Apple Silicon—akan kembali ke Windows. Dengan RAM 128GB dan chip Arm Nvidia yang menjanjikan efisiensi daya setara, Microsoft punya amunisi yang cukup. Tapi tanpa harga yang kompetitif dan ketersediaan yang jelas, perangkat ini bisa tetap menjadi barang pameran—seperti pendahulunya yang terlalu aneh untuk dipakai serius.

Bagikan
Sumber: arstechnica.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks