Cakupan Peserta JKN di Tanjungpinang Tembus 97,86 Persen Tapi Keaktifan Masih 82 Persen, BPJS Kesehatan Kejar Status UHC

Penulis: Saifuddin Wahid  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 16:38:01 WIB
Cakupan peserta JKN di Tanjungpinang mencapai 97,86 persen per Juni 2026.

TANJUNGPINANG — Angka keaktifan peserta JKN di Tanjungpinang yang mencapai 82 persen per 1 Juni 2026 menjadi kabar baik di tengah pekerjaan rumah yang masih menggunung. Sebab dari total 241.266 jiwa penduduk kota itu, cakupan kepesertaan JKN baru menyentuh 97,86 persen. Artinya, masih ada sekitar 5.000 warga yang belum memiliki kartu JKN.

Mengapa Tanjungpinang Belum UHC Sementara Empat Daerah Lain Sudah?

Kota Tanjungpinang menjadi satu-satunya wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang yang belum mencapai Universal Health Coverage. Empat daerah lainnya — Kepulauan Anambas, Natuna, Bintan, dan Lingga — sudah memenuhi syarat dengan cakupan kepesertaan minimal 98 persen. Bahkan Kepulauan Anambas mencatatkan 100 persen kepesertaan.

"Yang belum UHC di KC Tanjungpinang itu hanya Kota Tanjungpinang," kata Asisten Deputi Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Kedeputian Wilayah II BPJS Kesehatan, Jenal M. Sambas, di Batam, Kamis.

Data Kependudukan Jadi Kendala Utama

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang, Nara Grace, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar adalah data kependudukan yang tidak akurat. Banyak warga tercatat dalam administrasi kependudukan, tetapi sudah tidak lagi berdomisili di Tanjungpinang dan tidak memperbarui data perpindahan.

"Pemerintah sering kesulitan menemukan penduduknya. Di data kependudukan masih ada, tetapi orangnya sudah pindah atau tidak diketahui keberadaannya," ujar Nara.

Persoalan lain adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk mendaftar sebagai peserta mandiri. "Kebiasaan masyarakat kita, kalau belum sakit biasanya belum merasa perlu mendaftar," katanya.

Strategi Jemput Bola dan Penyisiran Data

BPJS Kesehatan bersama pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya untuk mengejar sisa kepesertaan. Kegiatan jemput bola ke masyarakat dan penyisiran data di tingkat kelurahan dan desa menjadi andalan.

"Kami secara aktif melakukan jemput bola ke masyarakat, termasuk melalui kegiatan rutin di kelurahan dan desa. Kami juga memiliki agen yang membantu melakukan penyisiran data agar masyarakat yang belum terdaftar bisa segera mendaftar," jelas Nara.

Dari sisi keaktifan peserta, capaian Tanjungpinang di angka 82 persen dinilai sudah baik. "Alhamdulillah rata-rata di atas 80 persen, dengan Kota Tanjungpinang di angka 82 persen untuk keaktifan," kata Jenal.

Target: UHC dan Keaktifan di Atas 80 Persen

BPJS Kesehatan berharap dukungan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, dapat membantu meningkatkan cakupan kepesertaan. Targetnya, Tanjungpinang bisa segera mencapai status UHC sekaligus mempertahankan tingkat keaktifan peserta di atas target nasional.

"Kepesertaan aktif sangat penting agar ketika membutuhkan layanan kesehatan tidak mengalami kendala," ujar Nara.

Reporter: Saifuddin Wahid
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top