NATUNA — Arif terakhir kali terlihat saat berangkat melaut pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Ia berangkat setelah mengantarkan ransum ke Kapal Lengkong. Keluarga yang mulai cemas melaporkan kejadian itu ke pihak berwenang setelah korban tak kunjung pulang dan tak bisa dihubungi hingga keesokan harinya.
Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, menyatakan pihaknya langsung merespons laporan tersebut dengan menerjunkan satu unit RBB Natuna pada Jumat pagi. “Setelah menerima laporan, Kantor SAR Natuna segera menggerakkan unsur SAR dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pencarian terhadap korban,” ujar Abdul Rahman dalam keterangan resmi.
Operasi pencarian hari pertama dipusatkan di sekitar lokasi terakhir korban, tepatnya di koordinat 03°05.512? LU dan 108°41.908? BT, perairan Subi. Tim gabungan menyisir area tersebut sambil terus mengevaluasi kemungkinan perluasan wilayah pencarian.
Tim yang turun ke lapangan terdiri dari masyarakat Desa Terayak, personel Pos TNI AL Subi, Satpol PP Kecamatan Subi, serta anggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Subi. Seluruh unsur bergerak menyisir perairan menggunakan peralatan yang tersedia.
Abdul Rahman menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memaksimalkan upaya pencarian. Ia juga mengimbau nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan Subi agar segera melapor jika menemukan informasi mengenai keberadaan korban.
“Kami mengimbau nelayan maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan Subi agar segera melaporkan kepada Kantor SAR Natuna atau aparat berwenang apabila memperoleh informasi yang berkaitan dengan keberadaan korban,” tutup Abdul Rahman.
Hingga berita ini diturunkan, Arif masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan akan melanjutkan operasi pada hari berikutnya jika korban belum juga ditemukan.