BATAM — Pelanggan di kawasan Piayu dan Sei Beduk diminta menampung air mulai Rabu malam. ABH Batam menjadwalkan relokasi pipa DCIP 200mm yang bakal menghentikan sementara aliran air ke perumahan dan pertokoan di GMP Piayu, Permata Asri, Panatra Mas, Pancur, dan wilayah sekitarnya.
Pekerjaan relokasi pipa akan dilakukan pukul 20.00 hingga 22.30 WIB. Selama dua setengah jam itu, pelanggan di area terdampak bakal mengalami debit air mengecil hingga aliran berhenti total.
Sepuluh titik yang disebutkan dalam pengumuman resmi ABH meliputi Pertokoan GMP Piayu, Perumahan GMP Piayu, Permata Asri, Panatra Mas, Pancur, dan sejumlah permukiman di sekitarnya.
Perusahaan daerah itu mengimbau warga untuk menampung air secukupnya sebelum pukul 20.00 WIB. “Kami menghimbau kepada pelanggan untuk dapat menampung air agar kebutuhan sehari – hari dapat tetap dilakukan saat pekerjaan berlangsung,” demikian bunyi pengumuman ABH yang diterima redaksi.
Stok air cadangan di bak mandi, ember, atau tandon diharapkan cukup untuk kebutuhan memasak, mandi, dan minum selama masa gangguan.
ABH menyiagakan mobil tangki air minum bagi pelanggan yang mengalami gangguan suplai berkepanjangan. Layanan ini tersedia hingga 1×24 jam setelah pekerjaan selesai.
Warga yang membutuhkan pasokan air darurat dapat mengoordinasikannya melalui ketua RT, RW, atau kelurahan setempat. Permintaan kemudian diteruskan ke saluran resmi ABH: Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP) di Bengkong, Batu Aji, dan HO Batam Center; Call Center (0778) 5700 000; atau WhatsApp 0811 778 0155.
Pekerjaan relokasi pipa DCIP 200mm di Jalur Utama Piayu ini merupakan bagian dari penyesuaian jaringan distribusi air bersih di Batam. Meski pengumuman resmi tidak merinci penyebab spesifik relokasi, aktivitas serupa biasanya dilakukan untuk menggeser jalur pipa yang terhalang proyek infrastruktur lain atau untuk memperbaiki titik rawan bocor.
ABH belum menyebutkan apakah ada jadwal susulan untuk kawasan lain. Pelanggan diimbau memantau kanal informasi resmi perusahaan untuk perkembangan terbaru.