TAREMPA SELATAN — Manajer ULP PLN Tarempa, Fahri, mengonfirmasi pemadaman listrik di Siantan tidak bisa dihindari demi menjaga keandalan pasokan jangka panjang. Langkah preventif ini mencakup pemasangan infrastruktur jaringan dan pemangkasan dahan pohon yang berpotensi mengganggu saluran listrik.
“Pemadaman dilaksanakan sesuai jadwal, yakni pukul 09.00 hingga 13.00 WIB, dengan estimasi waktu pekerjaan selama empat jam,” jelas Fahri saat dikonfirmasi, Rabu (29/7/2026).
Keluhan muncul dari warga di kawasan Rintis yang jadwal pemadamannya bertepatan dengan acara resepsi pernikahan. Fahri menyarankan masyarakat proaktif berkoordinasi dengan PLN jika memiliki acara penting.
“Terkait adanya kegiatan khusus seperti pernikahan, mohon untuk dapat disampaikan baik bersurat ataupun datang ke kantor PLN jauh hari sebelum kegiatan, agar kami bisa mempertimbangkan kegiatan (pemadaman) tersebut,” sebutnya.
Di lapangan, imbauan ini berbenturan dengan kebiasaan PLN yang kerap mengedarkan pengumuman pemeliharaan hanya pada H-1 atau H-2. Warga yang sudah merencanakan hajatan berbulan sebelumnya tentu kesulitan memprediksi kapan perbaikan jaringan akan berlangsung.
PLN memastikan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diterapkan secara ketat selama pemadaman. Petugas lapangan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan berkoordinasi dengan warga sekitar saat pemangkasan pohon.
“Pelaksana pemeliharaan jaringan kami tentunya mengutamakan K3 dengan menggunakan peralatan kerja dan APD yang seharusnya,” tutup Fahri, yang sebelumnya sempat sulit dihubungi karena tengah melaksanakan agenda dinas ke sub-unit PLN.
Wilayah yang terdampak pemadaman meliputi Kampung Melayu, Rekam, Terap, Batu Tambun, Gudang Tengah, Rintis, Arung Hijau, hingga Desa Tiangau. Para pelaku UMKM dan warga yang memiliki hajatan diimbau menyiapkan genset cadangan untuk durasi empat jam ke depan.