NATUNA — Kolaborasi ini tidak hanya melibatkan aparat keamanan, tetapi juga dua dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna. Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna, Pencius Siburian, menyebutkan penyaluran dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang rutin digelar bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkopum).
Pencius merinci, hingga saat ini Bulog Natuna memiliki 59 mitra Rumah Pangan Kita (RPK) atau pengecer pasar, satu koperasi, dan empat mitra GPM yang terdiri dari Kodim, Polres, serta dua dinas terkait. “Mitra kita ada 59 RPK/pengecer pasar, satu koperasi, dan empat mitra GPM Kodim, Polres dan dua dinas,” ujarnya, Rabu.
Rata-rata penyaluran beras SPHP dalam setiap kegiatan GPM mencapai satu ton. Beras kemasan 5 kilogram itu dijual di bawah HET, yakni Rp 11.600 per kilogram. Sementara HET SPHP di Natuna ditetapkan sebesar Rp 13.100 per kilogram atau Rp 65.500 per lima kilogram.
Meski kini penyaluran berjalan stabil, Pencius mengungkapkan bahwa di awal tahun beras SPHP kurang diminati masyarakat. Penyebabnya, disparitas harga beras di pasaran tidak terlalu signifikan sehingga warga belum merasakan urgensi beralih ke beras program. “Secara keseluruhan baik melalui RPK maupun GPM dan koperasi penyaluran SPHP relatif stabil hingga Juli 2026,” jelas dia.
Kehadiran beras SPHP di Natuna merupakan bagian dari upaya pemerintah menciptakan persaingan usaha di tingkat pedagang. Dengan demikian, harga beras di pasaran tetap stabil dan ketersediaan pasokan terjaga bagi masyarakat.
Pencius memastikan stok beras di gudang Bulog Natuna dalam kondisi aman. Saat ini tercatat 118 ton beras tersedia, dengan rincian 73 ton disiapkan untuk bantuan pangan dan 45 ton dialokasikan untuk penyaluran SPHP.
Tak hanya itu, sebanyak 900 ton beras masih dalam perjalanan menuju Natuna. Tambahan pasokan tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun. “Untuk stok Bulog kita pastikan aman, pasokan didatangkan secara berkala, sehingga tidak perlu panic buying, belanjalah sesuai kebutuhan,” imbaunya.