Petugas menunjukkan alur pendaftaran layanan paspor akhir pekan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menilai layanan keimigrasian yang digelar pada akhir pekan berhasil memperluas akses bagi masyarakat yang terkendala waktu di hari kerja. Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Imigrasi Batam, Kharisma Rukmana, menyebut program seperti Paspor Simpatik dan Paspor Merdeka mendapat respons positif. Antusiasme itu terlihat dari jumlah pemohon yang mendaftar melalui aplikasi M-Paspor maupun yang datang langsung.
BATAM — Layanan keimigrasian di akhir pekan menjadi alternatif baru bagi warga Kota Batam yang sulit meluangkan waktu mengurus dokumen pada jam kerja. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam mencatat program Paspor Simpatik dan Paspor Merdeka yang digelar secara berkala cukup diminati masyarakat.
Kharisma Rukmana mengatakan, inisiatif ini lahir dari kebutuhan warga yang memiliki keterbatasan waktu, terutama pekerja kantoran dan karyawan pabrik. Meski belum menjadi agenda rutin, evaluasi internal menunjukkan layanan tersebut dinilai efektif memperluas jangkauan pelayanan publik.
"Layanan yang diselenggarakan di akhir pekan ini cukup disambut positif karena menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja. Berdasarkan evaluasi, layanan tersebut dinilai telah memperluas akses layanan keimigrasian bagi masyarakat," kata Kharisma saat dihubungi di Batam, Senin.
Kuota Tidak Selalu Penuh: Faktor Lokasi dan Waktu
Meski antusiasme tinggi, Kharisma mengakui kuota Paspor Simpatik tidak selalu terisi penuh. Sejumlah pemohon yang sudah mendaftar melalui M-Paspor kerap tidak hadir saat hari pelaksanaan.
"Antusiasme dinilai cukup tinggi dari jumlah pemohon melalui M-Paspor maupun yang walk in atau pelayanan langsung. Namun, pada saat hari-H pelaksanaan ada banyak faktor yang mungkin mempengaruhi masyarakat tidak datang, antara lain waktu pelaksanaan atau lokasi layanan," ujarnya.
Untuk saat ini, pelaksanaan layanan akhir pekan masih menyesuaikan agenda Direktorat Jenderal Imigrasi, momentum tertentu, serta kebutuhan masyarakat Kota Batam. Jika respons tetap tinggi, layanan serupa berpeluang digelar kembali dengan mempertimbangkan ketersediaan petugas, anggaran, dan sarana prasarana.
Rencana Layanan Konsultasi dan Informasi di Akhir Pekan
Imigrasi Batam berencana menambah layanan konsultasi dan informasi bagi masyarakat pada akhir pekan. Warga yang ingin bertanya langsung soal prosedur paspor bisa datang tanpa harus mengurus dokumen.
"Ke depan, kita juga berencana membuka layanan konsultasi dan informasi untuk semua masyarakat. Jadi, masyarakat yang ingin bertanya langsung perihal paspor dapat datang langsung ke pelayanan kami di akhir pekan," kata Kharisma.
Reach Out: Jangkau Perusahaan dengan Banyak Tenaga Kerja Asing
Selain layanan akhir pekan, Imigrasi Batam memperluas akses melalui program Reach Out yang menyasar perusahaan-perusahaan di kawasan industri. Sepanjang tahun ini, layanan tersebut telah dilaksanakan lima kali, di antaranya di PT Kinema kawasan Nongsa dan PT Luxsan kawasan Kabil.
Kharisma menilai minat perusahaan cukup baik karena program ini memudahkan tenaga kerja asing (TKA) mengurus keimigrasian tanpa harus datang langsung ke kantor imigrasi.
"Kami melihat layanan ini masih sangat dibutuhkan, khususnya oleh perusahaan yang memiliki cukup banyak tenaga kerja asing," ujarnya.
Imigrasi Batam akan terus berkoordinasi dan melakukan sosialisasi kepada perusahaan di kawasan industri agar layanan ini dimanfaatkan lebih optimal. Informasi jadwal, lokasi, jenis layanan, dan kuota disebarluaskan melalui media sosial resmi Imigrasi Batam serta komunikasi langsung dengan masyarakat dan perusahaan.
Reporter:Mahsyar Hamdani
Sumber:kepri.antaranews.comThis article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.