BATAM — Prakiraan cuaca BMKG untuk Provinsi Kepulauan Riau pada Jumat, 30 Oktober 2026 menempatkan Karimun dan Tanjungpinang sebagai wilayah paling berisiko. Kedua daerah diprakirakan mengalami hujan disertai petir, sementara Natuna relatif lebih tenang dengan kondisi berawan.
Data prakiraan BMKG mencatat rentang suhu udara di seluruh Kepri berada di kisaran 24–32 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara mencapai 71–96 persen, angka yang cukup tinggi untuk memicu pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah.
Di Kota Batam, cuaca diprakirakan berkabut dengan suhu 26–32 derajat Celsius dan kelembapan 71–91 persen. Warga yang beraktivitas pagi hari diminta memperhatikan jarak pandang, terutama saat mengendarai kendaraan di jalan raya.
Kota Tanjungpinang diprakirakan mengalami hujan petir dengan suhu 25–32 derajat Celsius dan kelembapan 74–91 persen. Kondisi serupa berpotensi terjadi di Kabupaten Karimun, dengan suhu 26–32 derajat Celsius dan kelembapan 72–92 persen.
Kabupaten Bintan diprakirakan diguyur hujan ringan pada suhu 26–32 derajat Celsius dan kelembapan 73–88 persen. Kabupaten Lingga juga berpotensi hujan ringan dengan suhu 24–32 derajat Celsius dan kelembapan 72–96 persen.
Kabupaten Natuna diprakirakan berawan dengan suhu 25–32 derajat Celsius dan kelembapan 73–96 persen. Adapun Kabupaten Kepulauan Anambas diperkirakan bersuhu 27–32 derajat Celsius dengan kelembapan 74–83 persen, meski kategori kondisi cuacanya belum tercantum dalam data yang tersedia.
Potensi hujan petir di Karimun dan Tanjungpinang membuat warga diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan. Pengendara kendaraan bermotor perlu mewaspadai jalan licin ketika hujan turun.
Warga juga sebaiknya menghindari area terbuka dan tidak berteduh di bawah pohon saat petir terjadi. Bagi yang hendak melakukan perjalanan laut antarpulau, pemantauan informasi cuaca dan peringatan maritim dari BMKG sebelum berangkat menjadi langkah penting.
BMKG mengingatkan bahwa prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. Masyarakat diminta terus memantau pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG.