NATUNA — Ratusan siswa SMP Negeri 1 Bunguran Tengah mengikuti sesi edukasi yang dipimpin langsung Kasat Binmas Polres Natuna IPTU Augus Salim Marpaung, Kasat Intelkam AKP Suranta Surbakti, dan Kasi Humas IPDA John Kennedy. Kegiatan berlangsung di lingkungan sekolah setempat, dihadiri Kepala SMPN 1 Bunguran Tengah Warianto, para guru, serta personel Satbinmas dan Satintelkam.
Materi disampaikan dalam satu forum, tetapi menyentuh empat persoalan berbeda: penyalahgunaan narkoba, perundungan, penyebaran hoaks, dan paham radikal yang mengarah pada kekerasan. Polres Natuna menempatkan sekolah sebagai titik masuk paling awal untuk membentuk karakter generasi muda.
Augus menyebut edukasi di sekolah sebagai langkah memberi pemahaman kepada pelajar soal ancaman yang bisa memengaruhi perilaku dan kehidupan sosial mereka. Ia juga mengingatkan siswa agar mematuhi peraturan perundang-undangan dan menghormati orang lain.
Menurut Augus, perbedaan suku, agama, ras, budaya, maupun pendapat tidak boleh menjadi alasan saling membenci atau merendahkan.
"Kita semua adalah sesama manusia. Meskipun memiliki perbedaan suku, agama, ras, budaya, maupun pendapat, kita tetap bersaudara sebagai bangsa Indonesia," ujarnya dalam pemaparan tersebut.
Ia menekankan penanaman rasa cinta tanah air dan semangat nasionalisme sejak usia dini. Nilai-nilai kebangsaan diharapkan diamalkan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Suranta bersama tim membawakan materi khusus soal radikalisme dan ekstremisme. Tujuannya agar pelajar mampu mengenali dan menghindari pengaruh yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Ia menegaskan kehadiran jajaran Polres Natuna bukan untuk menakut-nakuti siswa.
"Kami dari Satintelkam Polres Natuna datang ke sini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan ingin memberikan pemahaman dan pengetahuan yang penting bagi kalian semua. Hari ini kita akan membahas tentang radikalisme dan ekstremisme," ujarnya.
Suranta mengajak siswa menyimak materi dengan baik agar tidak mudah terpengaruh informasi atau ajakan yang berpotensi merugikan. Ia menyebut pelajar sebagai harapan masa depan daerah.
"Kalian adalah harapan masa depan daerah ini. Semoga ilmu yang kalian dapatkan hari ini bermanfaat dan bisa kalian jaga bersama," katanya.
Penyampaian materi dilanjutkan dengan paparan pencegahan ekstremisme, radikalisasi, dan kekerasan di lingkungan pendidikan, lalu ditutup sesi foto bersama. Polres Natuna berharap sinergi kepolisian, sekolah, guru, dan siswa semakin kuat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Para pelajar juga diminta lebih bijak menerima dan menyebarkan informasi, khususnya lewat media sosial. Memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau membagikannya menjadi pesan utama yang dibawa pulang siswa SMPN 1 Bunguran Tengah.