BINTAN — Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bintan angkat bicara soal kegaduhan yang dipicu konten Instagram selebgram Ayu Aulia. Selama sepekan terakhir, unggahan di fitur Instagram Story itu dinilai meresahkan warga karena menyebut inisial 'Bupati R' dengan ciri-ciri tertentu.
Ketua LAM Bintan, Syahri Bobo, menegaskan bahwa konten tersebut merugikan lembaganya. Sebab, Bupati Roby Kurniawan menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan LAM Bintan. “Kami merasa dirugikan dan terganggu informasi beredar tersebut. Karena pernyataan selebgram itu secara tersirat telah menyudutkan Bapak Bupati Bintan kita,” ujarnya di Bintan, Sabtu (16/5/2026).
Syahri menyayangkan konten yang dibuat Ayu Aulia. Menurutnya, narasi soal ciri-ciri bupati yang diunggah berhari-hari telah menimbulkan polemik dan membuat masyarakat Bintan tidak nyaman.
Sehari sebelumnya, Ayu Aulia menggelar konferensi pers dan menyampaikan permintaan maaf. Ia mengklaim konten tersebut muncul akibat emosi dan halusinasi karena sakit yang dideritanya. Dalam kesempatan itu, Ayu membantah bahwa 'Bupati R' atau 'RK' yang dimaksud adalah Roby Kurniawan.
Namun, dalam unggahan terbarunya, Ayu kembali memproduksi konten permintaan maaf—kali ini kepada mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Di sisi lain, ia menuliskan bahwa publik sudah cukup cerdas untuk menilai situasi tanpa dirinya harus menyebut nama lengkap 'Bupati R' tersebut.
Syahri Bobo memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan Ketua Dewan Kehormatan LAM Kabupaten Bintan. “Kita LAM Bintan akan memberikan dukungan penuh kepada Bapak Roby Kurniawan terhadap haknya,” ucap dia.
Ia berharap polemik serupa tidak terulang. Syahri mengimbau agar masyarakat menggunakan media sosial secara bijak dan tetap memperhatikan nilai moral serta budaya setempat. “Gunakan media sosial dengan baik dan benar, sehingga tidak membuat kegaduhan serta polemik di kemudian hari,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Bupati Roby Kurniawan mengenai langkah hukum yang akan ditempuh. Ayu Aulia pun masih menyisakan tanda tanya besar dengan pernyataan terakhirnya: “Karena diam tidak benar-benar menyelesaikan permasalahan.”