Li Claudia Chandra bersama Wali Kota Batam Amsakar Achmad baru memimpin Batam sejak Februari 2025. Ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah dari kepemimpinan sebelumnya yang harus diselesaikan.
"Kalau Kalian Tidak Bisa Tegak Lurus, Saya Laporin"
Dalam sambutannya, Li Claudia Chandra melontarkan ancaman terbuka kepada pejabat yang dianggap menghambat pembenahan. Ia menyebutkan bahwa dirinya mengetahui berbagai permasalahan yang terjadi di internal birokrasi.
"Beri kami waktu satu tahun di kepemimpinan kami. Di internal pun banyak yang kita beresin. Coba bapak tanya Pak Sekda, Pak Alex, saya selalu ngomong: kalau kalian tidak bisa tegak lurus, saya laporin kalian lho, saya tahu dosa-dosa kalian," tegas Li Claudia.
Pernyataan itu merujuk pada sosok yang diduga Alexander Zulkarnain, Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam yang hadir mendampinginya saat peresmian.
Arus Pendatang Menggerus APBD
Selain soal pembenahan internal, Li Claudia menyoroti lonjakan jumlah penduduk yang menjadi tantangan serius bagi Batam. Ia mengungkapkan, setelah dirinya dilantik, permohonan pembuatan KTP Batam meningkat drastis.
"Dulu satu hari sekitar 159 orang buat KTP. Enam bulan kemudian bisa sampai 300 orang sehari. Kalau rata-rata 200 orang sehari, sebulan bisa 4.000 orang," ujarnya.
Menurut Li Claudia, saat ini jumlah warga Batam yang tercatat di Disdukcapil sekitar 1,4 juta jiwa. Namun, ia memperkirakan masih ada sekitar satu juta orang lainnya yang tinggal dan bekerja di Batam tetapi belum memiliki KTP setempat. "Kalau semua orang menjadi warga Batam, APBD kita tidak kuat," katanya.
Pemko Batam dan BP Batam tengah menyiapkan sistem pendataan baru bagi pekerja non-KTP Batam. Langkah ini diambil agar arus penduduk dapat terkontrol tanpa mengganggu kebutuhan dunia usaha dan industri di Batam.
Ritme Kerja 16 Jam Sehari
Li Claudia Chandra menegaskan komitmennya dengan bekerja hampir tanpa hari libur. Ia mengaku bisa bekerja hingga 16 jam sehari untuk memastikan pembenahan berjalan maksimal.
"Kapan pun bapak ibu ada masalah perizinan atau apa di BP Batam maupun Pemko, temui saya. Saya dari Senin sampai Minggu tetap kerja. Saya masuk kerja dari jam 08.00 pagi sampai rata-rata jam 12 malam ada di BP," ujarnya.
Ia menambahkan, Batam memiliki kompleksitas tinggi karena mengelola sektor darat, laut, dan udara sekaligus. Stabilitas keamanan dan kepastian regulasi disebutnya menjadi faktor utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Batam yang menjadi salah satu penyumbang terbesar di Provinsi Kepulauan Riau.
"Pesan saya, kita harus jaga kekompakan dan keamanan. Percayalah sama pemimpin kalian, kami bekerja on the track," pungkas Li Claudia.