BATAM — Surat Keputusan (SK) kepengurusan GEMIRA Provinsi Kepulauan Riau telah diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat GEMIRA, DR KH Sudarto, di Jakarta. Penunjukan Juramadi Esram menjadi langkah awal penguatan ormas Islam itu di daerah, sekaligus memperluas gerakan umat yang berpijak pada nilai kebangsaan.
GEMIRA sendiri secara nasional dipimpin oleh Irfan Yusuf, yang juga dikenal sebagai cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari. Kiprah tokoh nasional ini menjadi salah satu fondasi ideologis bagi pengembangan organisasi di daerah-daerah, termasuk Kepri.
Pelantikan Serentak Pengurus Provinsi hingga Kabupaten/Kota
Panitia pelantikan GEMIRA Kepri telah dibentuk. Ustadz Nasrul dipercaya sebagai ketua panitia, sementara Ustadz Andriyansyah Sinaga menjabat sebagai sekretaris. Sesuai arahan pengurus pusat, pelantikan dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli 2026 mendatang.
Rencananya, acara tersebut akan digelar di Batam dan menjadi momentum besar konsolidasi organisasi. Tidak hanya pengurus tingkat provinsi, pelantikan juga direncanakan mengukuhkan kepengurusan GEMIRA tingkat kabupaten dan kota se-Kepulauan Riau secara bersamaan.
Mengapa Kepri Jadi Prioritas?
Bagi Juramadi Esram, amanah ini bukan sekadar jabatan organisasi. Ia menyebutnya sebagai tanggung jawab untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan semangat kebangsaan di tengah masyarakat Kepri yang majemuk. Dengan posisi strategis Kepulauan Riau sebagai daerah perbatasan dan kawasan internasional, keberadaan ormas dinilai memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial.
“GEMIRA hadir untuk memperkuat nilai persatuan, membangun kepedulian sosial, dan menjadi ruang kolaborasi umat dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional,” ungkap Juramadi Esram dalam pernyataan yang diterima media.
Fokus pada Dakwah, Pendidikan, dan Pemberdayaan Masyarakat
Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, GEMIRA Kepri diharapkan mampu menjadi wadah yang aktif dalam kegiatan sosial, dakwah, pendidikan umat, serta pemberdayaan masyarakat. Kehadiran organisasi ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah dalam menjaga stabilitas serta kemajuan daerah perbatasan seperti Kepulauan Riau.
Langkah konsolidasi ini menjadi penanda dimulainya roda organisasi GEMIRA di Kepulauan Riau secara resmi, setelah sebelumnya ormas tersebut belum memiliki kepengurusan yang solid di tingkat provinsi.