JAKARTA — Tekanan jual masif mewarnai pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Senin (18/5). IHSG langsung tergerus hingga 2,06 persen, menjadikannya salah satu indeks dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia pada pagi ini.
Pada sesi preopening, indeks sudah menunjukkan sinyal negatif setelah turun 1,40 persen ke level 6.628,976. Momentum tersebut berlanjut hingga bel pembukaan, di mana aksi ambil untung investor mendominasi.
Di pasar valuta asing, posisi rupiah kian terdesak. Mengutip data Bloomberg pukul 09.00 WIB, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di angka Rp 17.630. Pelemahan sebesar 0,19 persen ini melanjutkan tren negatif yang sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Tekanan terhadap rupiah sejalan dengan penguatan indeks dolar AS di tengah ketidakpastian global dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat.
Koreksi IHSG tak terjadi sendirian. Mayoritas bursa Asia pagi ini juga bergerak di zona merah, dipimpin oleh Nikkei 225 Jepang yang ambles 1,02 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong juga tak luput dari tekanan, turun 1,06 persen ke level 25.688,230.
Satu-satunya titik terang datang dari Shanghai. Indeks SSE Composite China justru berhasil naik tipis 0,06 persen ke posisi 4.137,790, menjadikannya pengecualian di tengah lautan merah bursa Asia.
Sementara itu, indeks Straits Times Singapura juga ikut melemah 0,32 persen ke level 4.972,990, menambah daftar panjang indeks yang tertekan pada awal pekan ini.