Upacara bendera bulanan itu diikuti Kepala Dinas Operasi, Kepala Dinas Personel, Kepala Dinas Logistik, Kepala Dinas Teritorial, Komandan Satrad 201, Komandan Skadron Udara 52, Komandan Batalyon Arhanud 14 Pasgat, Kepala RSAU, para kepala seksi, serta seluruh komandan satuan jajaran Lanud RSA. Pasukan upacara terdiri dari pleton perwira gabungan, bintara, tamtama, PNS/CPNS, personel Satrad 201, Skadron Udara 52, dan Yon Arhanud 14 Pasgat.
Dalam amanatnya, Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono memberikan apresiasi kepada seluruh personel TNI AU. Apresiasi itu disampaikan atas dukungan dan partisipasi aktif mereka dalam menyukseskan rangkaian peringatan HUT ke-80 TNI AU yang berlangsung aman, tertib, dan lancar di seluruh Indonesia.
Kasau menegaskan, kesiapan kekuatan udara tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi alutsista. Faktor disiplin, kesiapan operasi, dan profesionalisme personel menjadi pilar yang tak kalah penting.
"Modernisasi alpalhankam harus diikuti modernisasi pola pikir dan budaya kerja," demikian amanat Kasau yang dibacakan Danlanud RSA. Ia mengingatkan seluruh personel agar tetap mengutamakan keselamatan terbang dan kerja dalam setiap penugasan.
Kasau melarang keras membiarkan pelanggaran kecil berkembang menjadi budaya permisif di lingkungan satuan. Ia mendorong terbangunnya semangat saling peduli, saling mengingatkan, dan saling meluruskan antar personel.
Natuna merupakan wilayah terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Kehadiran Lanud RSA menjadi salah satu pos strategis dalam menjaga kedaulatan udara NKRI. Upacara bulanan seperti ini menjadi momentum evaluasi dan penguatan mental personel.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat pengabdian. Personel gabungan TNI AU di Natuna diharapkan mampu menjadi garda terdepan yang disiplin, adaptif, dan andal menghadapi tantangan tugas ke depan.