BINTAN — Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Dinas Kesehatan setempat resmi membuka pendaftaran beasiswa dokter spesialis tahun 2026. Program perdana ini menyediakan tiga kuota bagi dokter umum berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayah tersebut.
Bupati Bintan Roby Kurniawan menyatakan bahwa beasiswa ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan layanan kesehatan rujukan di daerah. "Program ini perdana dilakukan dan menjadi upaya peningkatan akses serta mutu pelayanan kesehatan rujukan atau kesehatan lanjutan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bintan," kata Roby di Bintan, Selasa.
Kuota beasiswa tahun ini dialokasikan untuk dua dokter spesialis anak dan satu dokter spesialis jantung serta pembuluh darah. Setiap penerima akan mendapat bantuan biaya pendidikan sebesar Rp200 juta per tahun selama empat tahun masa studi.
Namun, ada syarat mutlak yang harus dipenuhi. "Penerima beasiswa harus bersedia menjalankan kewajiban pengabdian di RSUD Bintan paling singkat selama 20 tahun lewat surat perjanjian nantinya," ucap Roby.
Kepala Dinas Kesehatan Bintan Retno Riswati menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Sistem pembiayaannya menggunakan skema sharing anggaran, di mana dua kuota bersumber dari APBD provinsi dan satu kuota dari APBD Bintan.
Pendaftaran telah dimulai sejak 26 Mei 2026. Seluruh dokter umum di RSUD maupun puskesmas di Bintan diminta menyimak syarat dan ketentuan melalui tautan resmi di https://dinkes.bintankab.go.id/pengumuman/read/seleksi-penerimaan-beasiswa-pendidikan-kedokteran-kabupaten-bintan-tahun-2026 atau memindai barcode yang tersedia.
Proses seleksi terdiri dari tiga tahap utama. "Seleksinya mulai dari administrasi, psikotes sampai wawancara," jelas Retno.
Berikut jadwal lengkap seleksi beasiswa dokter spesialis Pemkab Bintan 2026:
Retno mengimbau calon peserta membaca seluruh informasi persyaratan secara saksama agar proses pendaftaran berjalan lancar. Ia menegaskan program ini menjadi bukti komitmen Pemkab Bintan dalam menjamin fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang mumpuni. "Kita ingin memenuhi kebutuhan semua dokter spesialis di pusat pelayanan kesehatan di Bintan," demikian Retno.