BP Batam Operasikan Hujan Buatan untuk Cegah Krisis Air, Biaya Capai Rp 200 Juta per Hari

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Rabu, 27 Mei 2026 | 12:50:01 WIB
Tim BP Batam melakukan operasi hujan buatan untuk mengantisipasi penurunan debit air waduk.

BATAM — Hujan yang mengguyur Kota Batam dalam beberapa hari terakhir tidak sepenuhnya alami. Sebagian merupakan hasil operasi hujan buatan yang tengah digencarkan untuk mengantisipasi penurunan debit air di waduk-waduk utama.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan Djambak, membenarkan bahwa operasi modifikasi cuaca itu telah berlangsung sejak 15 Mei 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Mei 2026. Langkah ini diambil setelah terdeteksi adanya tanda-tanda penurunan debit di beberapa waduk.

Bukan Menciptakan Hujan dari Langit Cerah

Ramlan menjelaskan, teknologi ini tidak bisa menciptakan hujan dari langit tanpa awan. Prinsip kerjanya adalah memanfaatkan awan hujan yang sudah terbentuk secara alami.

“Prinsipnya memanfaatkan awan yang sudah tumbuh, lalu dilakukan penyemaian supaya proses pembentukan hujannya lebih cepat,” ujarnya.

Dalam prosesnya, tim penyemaian menaburkan natrium klorida atau garam ke dalam kumpulan awan potensial. Garam ini membantu butiran air lebih cepat bergabung dan turun menjadi hujan.

Karena sangat bergantung pada keberadaan awan, operasi TMC tidak bisa dilakukan setiap hari. “Kalau tidak ada potensi awan, tentu penyemaian tidak bisa dijalankan,” tambah Ramlan.

Biaya Operasi dan Kendala Lalu Lintas Udara

Biaya operasi hujan buatan ini tergolong besar. Dalam sehari, anggaran yang dibutuhkan bisa mencapai sekitar Rp 200 juta untuk sekali operasi penyemaian.

Biaya terbesar berasal dari penggunaan pesawat dan bahan bakar avtur. Sementara itu, bahan semai berupa garam relatif murah. Dalam satu kali penerbangan, tim biasanya membawa sekitar satu ton garam untuk disebarkan ke area awan potensial.

Selain biaya tinggi, operasi ini juga menghadapi kendala lalu lintas udara yang padat di wilayah Batam dan sekitarnya. Setiap penerbangan penyemaian harus mendapat izin dari pengatur lalu lintas udara agar tidak mengganggu jalur penerbangan internasional, terutama rute Singapura.

“Kami harus menyesuaikan dengan arahan ATC supaya penerbangan penyemaian tidak mengganggu pesawat lain,” ujar Ramlan.

Operasi Sempat Terhenti

Operasi TMC bahkan sempat dihentikan sementara akibat kepadatan lalu lintas udara dan distribusi bahan semai yang belum tersedia. Meski demikian, operasi hujan buatan masih terus berlangsung dan pelaksanaannya akan disesuaikan dengan perkembangan cuaca hingga akhir Mei nanti.

Langkah ini menjadi upaya konkret BP Batam bersama BMKG dan AirNav Indonesia dalam menjaga ketersediaan air baku di tengah ancaman musim kemarau yang mulai terasa di wilayah tersebut.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: inikepri.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top